Minggu, 28 Juni 2009

Ziarah Lagi!






Hai nikers .. kami dari NAFC JKT / panitia tur ziarah mengenang 1 dekade nike ardilla meralat sedikit. Klo kemren biaya tur nya Rp.100.000 turun menjadi Rp.65.000 (dpt kaos,makan)-murah bgt khan. Kebetulan kita dapat sponsor dari salah seorang donatur/perusahaan yg blum mau disebutkan namanya. Buruan daftar ya ke Emma (021)8096800.



Sumber : Mbak Emma, Pinang Ranti-Jakarta.

Dua Tahun Kepergian Nike, Kasetnya Masih Dicari









BANJARMASIN -- Ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan/hanya setiamu itu kuharapkan/ku tak akan menduakan walau kilauan menerpa/kasih dan sayangku tetaplah untukmu/hanya ku pinta darimu setialah selamanya/sehingga abadi cinta ini sayang itu kudoa'akan...

Syair lagu diatas menceritakan betapa cinta tidak memandang materi. Lewat alunan suara Nike Ardilla yang khas, lagu itu terasa pas dengan video klip yang menampilkan pasangan Nike dan Ryan Hidayat. Namun sayang, pelantun suara itu sudah meninggalkan dunia ini dengan sejuta kenangan yang masih melekat di sanubari orang- orang yang mencintainya.

Dua tahun sudah tepatnya 19 Maret 1995 dinihari, suatu kecelakaan tragis merenggut nyawa Nike Ardilla, penyanyi muda potensial yang sedang meniti karir ke puncak prestasi. Tetapi bagi penggemar Nike kenangan tentang dirinya tetap hidup dalam hati mereka untuk selamanya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengunjung yang setiap hari mengunjungi makamnya *situsnya juga donk!. Dan bukan hanya itu, kaset- kaset yang berisi rekaman lagunya pun masih dicari hingga saat ini.

Larisnya kaset Nike ini tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung saja tapi juga Banjarmasin. Beberapa pemilik toko kaset di Pasar Cempaka dan Plaza Mitra mengatakan bahwa sampai sekarang ini kaset Nike baik yang berupa album khusus atau kumpulan lagu-lagu terbaiknya selalu diburu penggemarnya.

"Waktu Nike belum meninggal yang paling banyak dicari biasanya albumnya saja, tapi setelah ia meninggal banyak yang mencari kumpulan lagu-lagu terbaiknya," kata Atul, pedagang kaset di Pasar Cempaka, Senin.

Tidak berbeda seperti yang dikatakan Atul, Ida yang bekerja di satu toko kaset di Plaza Mitra inipun mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya kumpulan lagu-lagu terbaik Nike paling laris diantara album-albumnya.

"Kalau album paling terjual 1 keping tapi kumpulan lagu terbaiknya bisa laku 2 atau 3 keping sehari," tambah Ida. Kumpulan lagu terbaik Nike Ardilla ini biasanya berisikan lagu-lagu Nike yang menjadi hit antara lain Seberkas Sinar, Matahariku, Jalan Kehidupan, Izinkanlah dan Sandiwara Cinta -- lagu terakhir Nike sebelum kecelakaan.

Lalu apa artinya kaset ini bagi penggemar Nike sendiri? "Bagi saya mendengarkan suara Nike melalui kaset ini dapat mengobati kerinduan saya. Terus terang saja Nike adalah penyanyi favorit saya. Apalagi kalau sedang patah hati saya paling suka mendengarkan lagu Nike," tutur Lisa yang banyak mengoleksi kaset Nike.

Bahkan ada penggemar yang langsung membeli beberapa kaset Nike dengan setelah mendengar berita kepergian penyanyi kesayangannya itu.

"Sebelumnya saya sudah punya album Nike tapi waktu itu ia masih belum meninggal. Dan begitu saya mendengar kabar ia kecelakaan perasaan saya sangat sedih. Saya langsung ke pasar untuk mencari kasetnya lagi. Yang penting saya masih bisa mendengarkan suaranya," tambah Anna.

Lucunya ada juga orang yang menjadi penggemar Nike setelah sang artis meninggal. "Entah kenapa setelah tahu Nike meninggal, tiba-tiba saya penasaran ingin mendengarkan lagu-lagunya, padahal tadinya saya tidak suka tapi sekarang saya selalu membeli kaset Nike," ungkap Doddy.


Nike Ardilla kini menjadi legenda. Keinginannya untuk mati muda menyamai idolanya Marilyn Monroe akhirnya menjadi kenyataan. Dan mengapa Nike menjadi luar biasa? Tentu saja karena lirik-lirik lagunya selalu sanggup mewakili rasa gundah penggemarnya. Mereka yang patah hati sering terhibur dengan lagu Nike.

Selain itu wajahnya yang manis dan gayanya yang manja merupakan salah satu faktor pendukung yang membuat masyarakat mencintainya.

Nike juga bukan sekedar remaja biasa. Ia rajin beramal sehingga segala 'dosa-dosanya' yang dibeberkan di media massa terlupa begitu saja dan dianggap sebagai khilaf manusia biasa. (eka)

Ada Nike Ardilla Di Album Untuk Aceh








Meski telah meninggal hampir sepuluh tahun lalu, bukan berarti Nike Ardilla tak bisa ikut andil dalam membantu korban bencana tsunami di Aceh. Dalam album amal bertajuk "Dari Hati Untuk Aceh", Nike menyumbang sebuah lagu.

Lagu yang dibawakan Nike adalah "Panggung Sandiwara" karya Ian Antono dan Taufiq Ismail. Menurut pimpinan Musica Studio, Indrawati Widjaya atau kerap disapa Ibu Acin, untuk memasukkan suara Nike ke dalam album "Dari Hati Untuk Aceh", pihaknya menggunakan master rekaman lama.

"Kita pakai master yang lama. Nggak untuk Nike aja, untuk beberapa lagu kita juga pakai master yang lama. Kenapa itu kita lakukan? Ya karena untuk menghemat waktu. Kalau harus rekaman lagi satu persatu akan memakan lebih banyak waktu," tutur Ibu Acin saat peluncuran album "Dari Hati Untuk Aceh" di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (21/2/2005).

Dalam album "Dari Hati Untuk Aceh", Musica banyak menampilkan kembali lagu-lagu lama. Selain "Panggung Sandiwara" yang dibawakan Nike Ardilla, ada juga lagu "Lilin-lilin Kecil" (Chrisye), "Kemarau" (the Rollies), "Untuk KIta Renungkan" (Ebiet G. Ade) dan "Ayah".

Khusus untuk lagu "Ayah" karya Rinto Harahap, Musica tidak menggunakan master lama. Mengapa? Karena lirik lagu tersebut diubah dan dibawakan kembali oleh Peterpan featuring Candil Seurieus.

"Karena lagu 'Ayah' liriknya ada yang diubah, ya kita nggak pakai master lama. Lagipula kan lagu itu sekarang yang bawain Peterpan dan Candil. Jadi kita ya rekaman seperti biasa. Seperti lagu baru. Oh iya, ada juga satu lagi yang juga nggak pakai master lama. Kalau yang ini memang karena lagunya baru, yaitu lagu 'Bangkitlah Sahabatku' ciptaan Base Jam," ujar Ibu Acin.

Hasil penjualan album "Dari Hati Untuk Aceh" nantinya akan dipakai untuk membangun "Perkampungan Seni dan Budaya Aceh" yang berfungsi sebagai Museum Sejarah, Perpustakaan, Galeri Budaya dan tempat perkumpulan para seniman di Aceh. "Perkampungan Seni dan Budaya Aceh" rencananya akan dibangun di Jl. Tengku Imuem Lueng Bata, Banda Aceh.

Berikut track list di album "Dari Hati Untuk Aceh":
1. Puisi "Doa Berserah" (Tamara Bleszynski)
2. "Aceh" -Ayah- (Peterpan feat. Candil Seurieus)
3. "Berita Kepada Kawan" (Ebiet G. Ade)
4. "Badai Pasti Berlalu" (Chrisye)
5. "Panggung Sandiwara" (Nike Ardilla)
6. "Bangkitlah Sahabatku" (Base Jam)
7. "Doa" (Hetty Koes Endang)
8. "Kemarau" (the Rollies)
9. "Untuk Kita Renungkan" (Ebiet G. Ade)
10. "Lilin-lilin Kecil" (Chrisye)
11. Puisi "Setelah Gempa dan Tsunami" (Tamara Bleszynski)




sumber: ada deh

Deddy Dore$ Buka Rahasia Nike Ardilla





Belum poenya artis gacoan lagi


MENCETAK penyanyi baru tak semudah membalik tangan.
Alasan inilah yang membuat Deddy Dores vakum selepas melahirkan mendiang Nike Ardilla.


Penyanyi yang gemar berkacamata gelap ini, mengaku sulit mencari penyanyi seperti Nike Ardilla. Selain cantik, Nike dianggap Deddy memiliki vokal unik. Kelebihan-kelebihan seperti ini, hingga putaran waktu berlalu, masih saja belum ia temukan.

Saat ditemui di Jakarta, beberapa hari lalu, Deddy mengaku belum poenya 'jagoan' lagi. Menurutnya, kriteria yang ia inginkan sulit didapatkan. Kalau sekedar cantik, banyak sekali yang antre untuk dijadikan artis binaannya. *(Deddy aja ngomong geto, koq Dike PE-DE banget si!?-nana). Namun Deddy harus selektif, pencetak hit Hilangnya Seorang Gadis ini, tak ingin reputasinya rusak gara-gara main comot penyanyi sembarangan. "Nggak seperti itu, harus ada kriteria dulu. Kalau asal comot sih gampang," ujarnya.

Tanpa tedeng aling-aling, Deddy menyatakan artis yang akan diorbitkan harus menyentuh perasaannya terlebih dulu. Fase ketertarikan ini, menurut Deddy penting dan harus ada. Pasalya, ia tak bisa mencipta lagu tanpa dilandasi rasa itu. "Cara orang menciptakan lagu kan beda-beda," kilahnya.

Cara berikutnya justru lebih ekstrem. Deddy akan melihat dulu, apakah artis tersebut layak rekaman atau justru ia pacari saja. "Saya lihat dulu, kalau dia bisa dipacarin nggak akan saya orbitkan. Tapi kalau bisa diorbitkan, saya harus punya keuntungan dari dia," tegasnya.

Lantas, ia pun mengaku jatuh hati pada Nike Ardilla. :o
Desakan cinta yang kuat, nyaris membutakan mata hatinya. Diakui Deddy, usianya yang tak muda lagi membuatnya mengurungkan niat memacari Nike. *ngaca ni yee... :). Sebagai gantinya, ia tumpahkan semua cinta lewat lagu ciptaannya. "Saya memang mecintai dia. Makanya saya orbitkan sekuat tenaga," akunya.








Selain cantik, Nike juga dianggap memiliki karakter vokal yang unik oleh Deddy.
Diluar cara mengorbitkan artis, Deddy pun mengaku masih akrab dengan judi. Kebiasaannya sejak muda ini, masih sulit dihilangkan. Baginya, judi adalah kesenangan duniawi dan ia pun menjalani dengan segala kosekuensinya. Bedanya, kalau dulu saya bisa habis ratu$an juta kini hanya satu dua juta saja *BU$YET!. "Saya dari dulu berjudi. Saya tidak malu mengakuinya. Tapi saya banyak ambil hikmah dari situ, bahwa uang bukan segala-galanya," tegasnya.

Menurut Ketua Swara Perjuangan Artis Indonesia (SPAI) ini, dari kebiasaannya berjudi, ia banyak membantu kesusahan rekan seprofesi. Dalam catatannya, sekitar 20 rekan pernah ia tolong dari uang berjudi. "Darimana uangnya kalo nggak dari situ," *rekannya nggak tau donk!?? :))

Tanpa menyebut nama, Deddy menyatakan rekan-rekan seprofesinya itu meminta uang untuk membayar kotrakan rumah. Lainnya, sebagai modal dan menutupi biaya pengobatan. Wajar jika akhirnya orang menyebut dirinya royal. Toh, ia lebih memaknai sebagai arti persahabatan dan loyalitas. "Jujur, saya kalau ada uang pasti saya kasih. Nggak mau saya pelit-pelitan," ucapnya. *tapi masa' dari judi om?.

Sebelum menyudahi obrolan, Deddy menyatakan tak surut menekuni dunia musik. Sepi atau rame, pria pendiam ini tak akan lari dari bi$ni$ yang telah membesarkan namanya. Soal tudingan sisi gelap hidupnya, ia memilih acuh. "Musik adalah bagian hidup saya. Sekali disini, sampai nanti tetap disini. Pasang surut itu biasa," paparnya.



*************************************************
Sumber : Berita Kota (Kamis, 28 Oktober 2004)

Apa Kata Fans Cowo??





Nike Ardilla,selain digandrungi kaum hawa...beliau juga digandrugi kaum adam.Ada yang mengagumi kecantikannya,suara merdunya,kepribadiannya,dan juga kharismanya.
Dalam kesempatan ini,pengurus berusaha mengirim email ke beberapa pengunjung setia situs ini (kaum cowo) ttg apa pendapat mereka ttg Nike Ardilla.Mau tau,apa kata mrk??Simak aja langsung....

Anderi

Nike ardilla : ....
tak terlupakan. sensasional. fenomenal. tak kan terganti
yang pasti nike ardilla cantik banget.
selebriti yang akan selalu gw inget dalam hidup gw.
karena gw tumbuh dengan lagu2 dan cerita2 tentang nike ardilla yaaa, sedikit banya knya berpengaruh lahh
nike itu hebat.
sosok panutan, dan sosok yang selalu gw tunggu berita nya meski nike dah lama pergi
miss u so.


Fauzi

kalo menurut gw NIKE ARDILLA orang nya baik & simpel dan NIKE tdk menyombongkan diri hanya sebagai artis dan bintang sinetron,pergaulan NIKE sama sapa aja di terima oleh masyarakat.gw sekeluarga pernah ketemu NIKE waktu di ancol,gw ketemu sama NIKE waktu nyanyi di HAILAI sama om DEDY DORES,ga lama kemudian gw ketemu lagi sama NIKE lagi jalan bersama NIKCY ASTRIA di dufan,seingat gw mereka pengen naik kereta harilintar,NIKE SAMA NIKCY berjalan berdua biasa saja seakan mereka bukan seperti artis atau pemain sinetron,gw sekeluarga mendapat undangan di HAILAI merayakan hari ulang tahun HAILAI.


Gani

Kalo menurut gw Nike tuh orangnya baik banget walaupun gw ngefans ama Nike setelah dia udah meninggal, kira2 taon 98 lah gw ngefans ama dia.yang gw suka dari dia tuh Suaranya begitu merdu kalo didengerin pokoknya tak ada yang lain dah .yang ngga ketinggalan yah jiwa Sosial dia tuh tinggi banget, padahal dia tuh masih muda banget jarang ada artis muda seangkatan dia bahkan sekarang yang peduli ama orang lain,sampai2 dia dikenang oleh berjuta penggemarnya seantero tanah air bahkan sampai ke negeri tetangga, Cantiknya juga ngga ketolong pokoknya melebihi Bidadari yang pernah gw impikan.


Ara

Di mata gw, Nike ardilla itu cakep, manis, imuet, trendy, keren, cuek, rada tomboy, trus apa lagi ya? karismatik dan simpatik.
Suaranya merdu,melengking, serak-serak basah (serak-serak madu malah ), khas dalam arti punya karakter sendiri yg bisa membuat dia mampu bertahan di pasar musik. Kalau Vina Panduwinata dikenal dgn julukan "Si Burung Camar", Nike Ardilla dijuluki "Si Burung Murai" karena kemerduan suaranya. Gw mulai suka Nike di Album ke-5 (Biarlah Kumengalah). Malah dulu gw kira itu album pertamanya dia, karena lagu itulah yg. paling berkesan bagi gw. Dengar lagu itu terharu bgt, dia menjiwai bgt setiap lirik lagunya seakan-akan itu terjadi pada dirinya. Gw makin suka lagi setelah dia meninggal muda, ada rasa kehilangan yg teramat dalam akan sosoknya yg sedrhana dan penderma. Gw makin kalap, rasa suka gw makin menjadi-jadi. Gw bela-belain ke tempat org jualan majalah bekas, berburu koleksi fotonya hingga ke Bandung dan Ciamis. Mungkin utk 30 tahun kedepan blm ada yg bisa menggantikan nike sbg legenda yg slalu dikenang, ya karena prestasinya, wajahnya, suaranya, gayanya dan juga sifat sosialnya. Dan gw gak peduli dgn apa kata orang selama gw masih menjalankan perintah Tuhan dan agama gw, toh gw buka muhsrik khan?


Catatan si kuncup:sebenernya gw kirim emailnya ke banyak org(cowo) tar degh setelah ini pendapat cewenya,hihiii...tapi lom semuanya bales...so,ni artikel lom kelar alias nyambung sambil nungguin balesan email gw dari yg lainnya..ok??Bales dunk

Renungan.........







Kematian seperti halnya kehidupan memang mengandung misteri yang tak habis-habisnya di selidiki oleh umat manusia untuk diketahui maknanya Mulai dengan penilitian secara rohani sampai riset secara ilmu pengetahuan,telah dilakukan untuk menguak misteri si Kematian tersebut.

Bagi orang terdekat yang mengenal si "Korban" kematian , hal itu dianggap suatu hal yang luarbiasa,keajaiban bahkan dianggap kutukan. Padahal kematian itu adalah hal yang alami yang akan dialami oleh semua mahluk yang hidup.

Ketika artis muda Nike Ardilla meninggal dunia,baik ibu-ibu hingga anak-anak di Indonesia yang pernah melihat di layar televisi atau mendengar lantuanan suaranya dari pita kaset, menyumbangkan air mata perpisahan atas kepergian artis muda yang sedang naik daun itu ke peristirahatan terakhirnya. Padahal secara langsung mereka tidak pernah bertemu atau berbincang langsung dengan almarhumah.




Ada perasaan tak percaya, tak yakin dan tak lainnya ketika pertama kali mendengar musibah tewasnya sang artis tersebut dalam kecelakaan beberapa tahun lalu itu. Seolah kita tidak sadar bahwa Seorang Nike Ardilla juga seorang manusia biasa yang punya selembar nyawa dan sewaktu-waktu akan selesai masanya di dunia yang fana ini. Apakah seorang publik figure dijamin bisa panjang umur?

Kadang ketenaran melupakan yang Lebih Berkuasa. Sehebat apapun manusia ,hingga hari ini belum ada alat yang diciptakan untuk menghindar dari kematian...kematian milik siapa saja,bukan cuma kalangan biasa, kalangan penjahat,tapi juga kalangan publik figure. Karena semua kalangan itu hanya insan biasa yang hidup dan (pasti) akan mati... Ketika kita sedang ditangga sukses kadang kita lupa bahwa kesuksesan bisa terjegal kapan saja tanpa pandang bulu.

Banyak misteri dalam kehidupan manusia yang tak kita duga sebelumnya , terjadi tanpa kita rancang sebelumnya. Publik figure tetaplah manusia biasa yang bisa sakit , terluka dan memiliki darah yang berwarna merah... Kematian tidak juga memandang usia,jenis kelamin dan pendidikan, karena kematian milik semua orang yang punya kehidupan.



sumber:WEBGAUL.COM

NOTE:
Semoga acara ziarah nanti ke makam Nike Ardilla akan mengingatkan kita akan sebuah KEMATIAN..en mudah2an selamat nanti sampai tujuan..amien

liat artikel akan datang...






- NIKE ARDILLA :
"Kalo Nike pergi, Ale jangan nakal ya..."


Sebulan (*) sudah Keke pergi meninggalkan kita...
(semoga amail baiknya diterima Allah SWT, AMIN!).
Tapi sampai hari ini, foto dan kisah hidupnya masih bertahan di halaman-halaman depan majalan en tabloid. Bahkan, Masya Allah, menit-menit terakhirnya diulik habis!

Truz? Nggak, nggak lucu ah kalo ikut-ikutan ngebumbuin.
Tapi juga nggak salah kalo kamu, kita, denger kisah temen-temen deket Nike yang kebetulan pada menit-menit terakhir bersama Almarhumah :
Minggu, 19 Maret, dari lewat tengah malam sampe menit-menit sebelum mobil Keke nyerempet pager di Jl. Riau (kini RE.Martadinata), Bandung...







(*) sebulan? sebulan sudah pada jamannya, sekarang mah dah 10 tahun yang lalu kali :))

Namaku Bukan Aurora (terakhir)



Oleh :Ela Tresnawati
Pemenang Berbakat LCCR ANITA/95


Cerita sebelumnya...
" Entah kebetulan atau tidak, kehidupan pribadiku ternyata berhubungan juga dengan kehidupan Aurora sebelumnya. Kamu tau kan, Gred, cowok yang jadi pacarnya Aurora ketika aku bertemu dengannya di tempat kecelakaan Aurora?



=============================== lanjutannya ==============================


Nah sekarang, Gred malah menjadi pacarku. Aku tak pernah berfikir untuk tidak menerima cinta yang ditawarkan Gred, hanya karena dia bekas pacar Aurora. Kalau memang aku dan Gred saling menyayangi, mau apa lagi?
Lagipula, aku berpikir bahwa ini adalah rahasia Tuhan dan mungkin keinginan Tuhan.


Puaskah aku menjalani kehidupan sekarang?
Orang mungkin akan berfikir aku begitu menikmati hidup yang sekarang. Mereka berkata, alangkah enaknya kehidupan Amara yang sekarang. Segala sesuatu bisa diperoleh mudah.
Namun bagiku tidak. Duniaku sekarang menjadi asing. Amara yang sekarang hidupnya terikat oleh segala macam jadwal-jadwal yang ada di agenda seorang manajer.
Lebih banyak berpura-pura dan menipu diri-sendiri. Saat tubuh dan jiwaku lelah, aku mesti tetap tersenyum dan ceria di depan fansku yang terkadang selalu menguntit kemanapun aku hendak pergi. Ironisnya lagi, aku lebih dikenal sebagai Auroroa 2 dibanding sebagai Amara.

Seperti senja ini. Saat lembayung merah mulai membayang. Dibalik kemudi yang aku parkir di sebuah kawasan puncak, aku banyak merenung dan berfikir. Dalam relung hatiku yang paling dalam, ada hasrat untuk segera meninggalkan dunia yang serba gemerlap ini.

Aku sudah jengah menghadapi seribu satu gosip *kalo kata Tomzed, di GOSok makin SIP :)) .yang dihembuskan media yang sebelumnya tak pernah mewawancaraiku. Diantaranya, aku mendompleng dan memanfaatkan kematian Aurora.
Ya Tuhan, padahal aku telah berjuang mati-matian untuk mengubah imej bahwa aku duplikat Aurora.

Selain gosip, aku dipusingkan dengan persoalan lain. Sutradara dan kru masih saja membanding-bandingkan aku dengan Aurora. Mereka selalu bilang kalau Aurora itu begitu, nggak seperti aku yang begini-begini.

Gila! Padahal aku kan bukan Aurora. Kalau memang mereka masih menginginkan Aurora, ya hadirkan saja Aurora kalau memang bisa.

Begitu juga dengan Gred. Lambat laun sikapnya yang dulu manis dan mau melupakan Aurora mulai berubah. Tadi siang aku bertengkar hebat dengannya. Belakangan ini Gred selalu menganggapku sebagai..., lagi-lagi Aurora!
Dia menuntut agar segala sikap dan perhatian yang kuberikan padanya setidaknya harusnya menyamai Aurora.

Gred. Seolah-olah dia memacariku hanya karena ingin menyambung percintaannya dengan Aurora yang ending nya mengambang! Ah, bodohnya aku tak menyadari sejak dulu.
Pikiranku semakin mumet saja, saat kubaca kutipan seorang peramal dalam sebuah majalah hiburan. Lewat prediksinya itu dikatakan bahwa seseorang yang dianggap Aurora sebagai pengganti nya, akan menemui nasib yang sama seperti yang dialami Aurora.
Sama-sama mengalami kecelakaan! Sialnya, entah mengapa aku terpengaruh oleh prediksinya yang sableng itu!

Untuk menenangkan perasaanku, kuraih buku harian dalam tas punggungku. Lalu pada halaman terakhir sekali aku mulai menulis.....
31 Desember 1995

Tahun nanti aku harus menuju dunia baru.
Aku harus terlahir kembali sebagai seorang Amara.
Menjadi diri sendiri memang lebih terasa dinikmati daripada menjadi sosok yang lain.
Aku tak bisa menikmati hidup seperti seorang Aurora.
Maafkan aku Aurora.
Aku tak bisa melanjutkan peran sebagai dirimu.
Kamu mungkin tahu, terlalu lelah bagiku untuk itu.
Aku bukan Aurora, bukan dirimu.
Dan kamupun bukan Amara.
Namaku A-ma-ra.
Bukan Aurora.......




Lalu kututup diaryku, perasaanku serasa damai. Kuhidupkan mesin Volvoku. Aku ingin segera ngobrol banyak dengan Hardian, kakak tersayangku. Selepas itu ingin tidur sepuasnya tanpa terganggu oleh siapapun, termasuk pager dan handphone.
Sejak detik ini, kuputuskan untuk menjadi seorang Amara kembali. Menjadi diriku sepenuhnya.

Beberapa saat mobilku melaju. Tiba-tiba saja kepalaku menjadi gelap. Samar-samar sebuah bis dari arah berlawanan tampak berada di depanku, samar pula kudengar dentuman dahsyat.

Jiwaku serasa melayang. Dibawah sana kutemui tubuhku dibelakang kemudi. Dengan mata terpenjam dan kepala menyentuh setir.

Orang-orang berkerumunan.
"Dia, Amara. Dia yang sering kita lihat di TV," seorang lelaki dari salah satu yang mengerumuni tubuhku segera mengenaliku.

Tak berapa lama kulihat Hadian dan Gred datang. Yang dilakukan mereka tak jauh dengan apa yang dilakukan kakak laki-laki nya dan pacar Aurora, dulu pada Aurora.

Harapanku, semoga diantara mereka ada yang menemukan diaryku. Semoga saja mereka sadar kalau namaku NAMAKU BUKAN AURORA.

All of you, be your self




============= the end, alias...TAMAT ======== cape' euy ngetik *bukannya gak ikhlas! ;) =========

Lagu Nike di Radio




Di Gelombang (Radio) 12.96 AM
Radio BMC (Cileduk), setiap malam Rabu (b'arti hari Selasa) :)), kamu bisa denger lagu2 Nike disana (baik yang diputer maupun yang kamu request sendiri).
Jam nya?
Tiap jam 10 malem s/d 12 malem.
OKEH....?!

Proses ritual kelahiran Nike






Mungkin tidak pernah ada yang tahu kalau nike ardilla dilahirkan dengan proses ritual yang unik,sebelum nike lahir orangtuanya mengharapkan banget punya anak perempuan karena kedua anak sebelumnya lelaki semua,jadi oleh karena itu ayah nike berkonsultasi ke orang pinter,orang pintar itu pun menyarankan sebuah cara yang unik dan mungkin sedikit menggelikan yaitu,Ayah nike diharuskan membawa celana dalam istrinya kalau keluar rumah ketika berangkat kerja,dan harus masuk kedalam rumah ketika pulang tidak boleh lewat pintu depan tapi pintu belakang.Percaya atu tidak setelah ritual ini dilakukan Ibunda nike mengandung nike beberapa minggu kemudian.Kelahiran nike memang sudah unik bahkan sebelum dia dilahirkan.





sumber:keluarga Nike, makasih buat Rara atas sumbangan artikelnya dan buat Adi Fahman atas sumbangan pic nya.

Namaku Bukan Aurora (Bag.2)

Cerita Sebelumnya...:

Kukenakan Sunglasses, lalu turun dari mobil dan menguncinya.
Saat mendekati Genio tersebut, kembali terjadi keanehan. Orang-orang yang sejak tadi berkerumunan semuanya melakukan hal yang sama,
memandangiku dengan tatapan mata yang sangat asing.
Ada apa?
Apakah mereka mengiraku seorang makhluk planet Mars?


-----------------------------------------------------------------------------------

Mereka saling berbisik-bisik satu sama lain. Setelah berhasil menghalau keheranan, aku mencoba merubah suasana kaku itu.
"Maaf, siapa yang mengalami kecelakaan ini?" tanyaku pada seorang lelaki setengah baya.

Tak ada seorang pun yang menjawab. Tidak juga lelaki yang barusan aku tanya.
Mereka malah lebih tersentak lagi tatkala mendengar suaraku.

"Lihatlah, Aurora tidak meninggal. Orang yang meninggal dalam Civic itu bukanlah Aurora!" seru seseorang memecah kesunyian.
"Aurora masi berada diantara kita?" seorang gadis bertanya dengan nada tak percaya.
"Mereka membohongi kita! Siapa bilang Aurora mati?"
Sejenak aku mematung. Tak bisa menyimpulkan apa yang telah mereka katakan.
Mengapa mereka menuding aku? Siapa yang mereka maksud dengan Aurora?

Belum lagi aku selesai bertanya-tanya, seseorang mendekatiku.
Lalu dia menatapku lama sekali.

"Sejak semula kami tak percaya kalau kamu mengalami kecelakaan sampai meninggal.
Kamu ternyata masih berada disini?" ujarnya dengan muka yang berseri-seri.

"Siapa yang meninggal?" aku balas bertanya.
"Yang lain bilang kamu, Aurora..." seorang gadis menjawab mantap.
Aku tertegun. Jiwaku seakan melayang-layang tak karuan. Barulah aku mengerti sekarang. Rupanya Aurora yang mereka maksud itu adalah seorang penyanyi dan artis terkenal.
Pada mulanya dia hadir sebagai seorang penyanyi. Namun tak lama kemudian dunia model, film, sinetron, sampai bintang iklan dirajahnya.
Jelasnya dia seorang entertainer yang ulung dan penuh bakat. Padahal usianya masih belia, lima bulan lebih tua dariku.

Perihal orang-orang itu mengatakan bahwa Aurora masih hidup dan tidak mengalami kecelakaan, itu karena secara fisik aku mempunyai kesamaan dengan Aurora.
Bagai pinang dibelah dua, kata orang-orang sekitarku.
Rambut, tinggi, dan bentuk badan, alis, hidung, semua nya sama denganku.
Mataku lebih bulat dan berekspresif tajam, sedangkan milik Aurora terkesan sayu dan teduh.

Barangkali itulah sebab orang menganggap bahwa akulah Aurora, sementara yang berada dalam Civic itu hanyalah seorang yang mirip dengan Aurora.

=================bersambung============

yang saya suka banget :))




Saya..., yang ngepost artikel ini, dengan ini menyatakan :




PALING SUKA ma foto NA yang ini.
Entah mengapa..., begitu yang kurasa.
Pokoknya..., TOP BANGET dah.
Disini kelihatan sisi klasik dari foto tersebut *pa'an coba!
Disamping itu juga gak CULUN CULUN banget!
KERREN kan??
Wuihh...., NIKE ARDILLA BANGET.....
Sampe'-sampe gue nggak kuasa pengen ngasi tau ke kalian,
kalo gue........, ya suka foto ini :))

Namaku Bukan Aurora (CerPen)




Oleh : Ela Tresnawati
Pemenang Berbakat LCCR ANITA/95



May Be This Description was inspiring from Nike's Fact...
If..we had accomplish to read this... describe... its sure not only "May Be"
But it's certainty that the writers was so concern with the extremely accident,
that caused Nike was dead... .Hence she wrote n try to describes with her own imagine style...




Ruang Katana yang kuisi bagaikan sebuah aula besar tempat konser orchestra. Itu semata-mata aku mengkhayal berada di Acropolis. Santorini mengalun gempita. Denting piano dari tekanan jemari Yanni berpadu dengan gesekan biola yang menyayat.

Pagi masih agak basah, walaupun mentari tidak lagi ragu untuk menyingsing dengan sinarnya yang perkasa. Tampaknya embun pun masih betah untuk menempel di dedaunan.

Suasana pagi yang begitu aku nikmati. Tak apa aku pergi sepagi ini. Lagipula aku tak bisa menahan kerinduan untuk melewati jalan-jalan ini yang setahun sudah tak kususuri. Saat berjalan-jalan di kawasan Queensland, aku malah membayangkan berjalan di kotaku sendiri.

Dulu, semasa SMA. Sepanjang waktu aku bersama Melan, Astrid dan Raras selalu menghabiskan di jalan Tamansari ini.
Suasananya begitu adem dan tenang. Banyak pohon-pohon besar yang meneduhi siapa saja yang berada dibawahnya.

Tanpa terasa aku sudah berada di jalan Riau. Disini mau tak mau aku harus menggerutu kesal. Jalanan macet. Manusia dan kendaraan sama-sama berseliweran. Tapi tak ada gunanya ngomel sendirian. Tak akan ada yang bakalan mau mendengar.
Kuhalau rasa bosan dengan memutar-mutar frekuensi FM. OZ Station tertangkap.
Terdengar desahan serak Bryan Adams lewat You Really Love a Woman.

Sambil tetap masih memegang kemudia, aku melongokkan kepala lewat jendela.
Refleksi mataku tertumpuk pada pada seonggok Civic Genio. Keadaan sedan mewah itu lumayan rusak parah.
Pintu sebelah kanannya penyok dengan kap yang ringsek. Sebuah pilar rumah penduduk ambruk, mungkin sedan na'as tersebut menubruk pilar tersebut.
Penumpangnya tidak lagi berada didalamnya. Namun orang-orang yang jumlahnya puluhan itu tetap saja berkerumunan disana.
Mereka mengelilinginya seolah-olah itu adalah benda langka. Bahkan ada beberapa diantaranya yang mengelus-elusnya *kucing kali.. :))
Sejumlah karangan bunga terpajang di kapnya. Semakin lama semakin bertambah banyak seiring dengan bertambahnya orang yang datang.

Otakku semakin lama semakin berfikir. Coba saja pikir. Saat ini frekuensi kecelakaan tak terhitung lagi jumlahnya.
Tak sedikit pula sedan mewah yang rusak karenanya. Namun seumur kepala berada diatas badanku, rasanya belum pernah kulihat begitu banyak orang yang tumplek mengelilinginya.

Kuinjak pedal gas setelah sebuah Panther yang berada didepanku melaju. Namun kali ini aku tak berhasrat untuk melanjutkan perjalanan.
Yang kulakukan adalah memarkirkan kendaraan di tempat yang kosong, tak jauh dari onggokan Ganio na'as tersebut. Pikirku, siapa tahu aku mengenal orang yang mengalami kecelakaan tersebut.

Kukenakan Sunglasses, lalu turun dari mobil dan menguncinya.
Saat mendekati Genio tersebut, kembali terjadi keanehan. Orang-orang yang sejak tadi berkerumunan semuanya melakukan hal yang sama,
memandangiku dengan tatapan mata yang sangat asing.
Ada apa?
Apakah mereka mengiraku seorang makhluk planet Mars?



=================== bersambung ==================

Tour Ziarah 2005








Yang pengen ikut tur Ziarah..., bisa daftar ke:

Gani
JL. Margonda Raya
DEPOK MALL Ruko B No.39 (deretan TEXAS)
atau lebih tepatnya di PANIN SALON.
Tlp : 7760245/6/7

Biaya?
Rp.100.000,- (bisa di cicil 2x)

Fasilitas?
BUS AC

Dapet apa'an aja?
Yassin, kaos/t-shirt, sticker, dan konsumsi

Nike di Mata Nafa Urbach









NAFA URBACH MENERUSKAN PESAN NIKE



Sejak umur 3 tahun, Nafa Indria Urbach (14) sudah hobi menyanyi.
"Kalau ada penyanyi di teve, dia suka ikut2an nyanyi di depan layar, dengan
pakai selendang," kenang Nenen Urbach (40), sang ibu, yang ikut menemani
putrinya wawancara. Setelah masuk SD, bakat nyanyi Nafa makin kental. Ia bergabung dengan grup Kidrock yang semua personelnya anak-anak SD. :))
"Saya memang suka ngerock," aku siswi kelas 2 SMP Kanisius Pendowo, Magelang (Jateng) ini.

Bersama Kidrock, Nafa sudah mencicipi rasanya show ke berbagai daerah. Dalam salah satu pertunjukkan, Nafa bertemu Denny Sabri.
"Waktu itu umur saya 9 tahun," kenangnya. Rupanya, Denny tertarik pada potensi Nafa. Seusai pertemuan itu, ia menghubungi orang tua Nafa dan minta izin hendak mengorbitkan putri mereka sebagai penyanyi.

Ternyata orang tua Nafa tak keberatan. Mereka malah mendukung niat itu. "Bakat nyanyi Nafa memang besar," kata Neneng yang sebelumnya pernah memasukkan Nafa ke Bina Vokalia Yogyakarta, serta meyertakan dalam lomba
karaoke dan kontes model *bakat gede, tapi potensi kecil!
Kebetulan pula, "Cita-cita saya memang jadi penyanyi terkenal," ujar Nafa. Klop sudah. *klop dari mana!?, klop dari Hongkong :))

Semasa dibina Denny itulah, Nafa berjumpa Nike terjadi Desember lalu di Jakarta. "Pertama kali saya ketemu Kak Nike, dia sudah mulai ngetop dengan lagu Seberkas Sinar.
"Sejak itu kami makin akrab seperti adik kakak saja. Tiap kali main ke Bandung, saya selalu tidur di rumah Kak Nike," ungkap Nafa sambil tersenyum manis.
Bagi Nafa, Nike juga seorang teman yang baik. "Kak Nike tak pernah memilih-milih teman".

Pertemuan terakhir Nafa dengan Nike terjadi Desember lalu di Jakarta.
"Kami berjumpa di studio Jackson Records, saat kak Nike menyelesaikan album Sandiwara Cinta.
Nah waktu itu, dia bilang sama saya, 'Nafa, kamu rekaman yang bagus ya. Supaya kelak bisa ganti'in kak Nike', kisah Nafa menirukan ucapan Nike.

Meski demikian, Nafa mengaku enggan dijuluki sebagai pengganti Nike Ardilla, tak peduli Dedy Dore$ pun pernah melontarkan julukan itu untuknya.
"Aduh, julukan seperti itu malah membebani saya. Dan tentunya juga bagi fans Nike. Tapi kalau dibilang meneruskan jejak Kak Nike, kayaknya nggak apa-apa".

Kini Nafa bertekad memantapkan diri di dunia rekaman. Baginya, dunia panggung atau rekaman sama saja.
"Bedanya, di studio lebih capek, karena nyanyinya harus di ulang-ulang.
Bisa sampai ratusan kali lo, kalo dihitung," ujarnya sambil tertawa.
* kasiaaaaan deh lo..., kalo teh Keke nggak sampe' lah segitu :))
Perbedaan lain, untuk rekaman, Nafa lebih suka membawakan jenis Slow Rock.
"Apalagi kalau lagunya ciptaan om Dedy Dore$," tambahnya. * biar kayak Nike tuh critanya

Sebuah album telah dirampungkan Nafa. Dan sekarang ia sedang dalam proses menyelesaikan album kedua,
yang masih didominasi lagu-lagu ciptaan Dedy Dore$. "Khusus untuk album kedua ini, saya cuma pakai Nafa. Tanpa Urbach," ungkapnya.
Biar lebih hoki ya?
Hasto Prianggoro



DIANGGAP ADIK OLEH NIKE


Hubungan Nafa dengan Nike ternyata bukan sebatas sebagai penggemar dan idola.
Perkenalan keduanya terjadi sekitar tahun 90 di Purwokerto di sebuah pertunjukkan.
"Saat itu Nike jadi penyanyi utama dan saya jadi bintang tamu. Kesan pertama saya, Nike orangnya cantik dan baik," kenang Nafa.

Pertemuan itu makin berkesan tatkala dalam acara yang sama, Nike bersedia duet bareng Nafa.
"Sampai kapanpun saya nggak akan melupakan pengalaman itu, saat itu kami menyanyikan bersama I Don't Want To Talk About It.
Rasanya sungguh bahagia bisa berduet dengan penyanyi pujaan saya,"
Dengan mata berbinar, siswi SMP Kasnisius Pendowo Magelang ini kembali menuturkan,
hubungannya dengan Nike makin akrab sejak melantunkan tembang yang di populerkan Rod Stewart ini.
Saking akrabnya, "Nike sampai menganggap saya sebagai adiknya. Begitu pula Mamih (panggilan Nafa pada ibu Nike) yang menganggap saya seperti putri sendiri,"
* si Dike juga ngomong gitu, dianggap 'putrinya', tapi..... >:)

Pernah, kisah Nafa "Mamih jauh-jauh ke Magelang naik kendaraan umum, hanya karena ingin memberikan kostum panggung Nike buat saya.
Katanya, baju itu cocok buat saya kalau show.

Berkat tangan dingin Denny, lahirlah album pertama Nafa, Bagai Lilin Kecil (karya Deddy Dore$) yang sempat laku 150.000 kaset.
Termasuk sukses untuk ukuran sebuah album perdana. Malah kata Nafa, "Album ini sebenarnya bisa lebih laris lagi. Tapi saat itu penjualannya berbarengan dengan lagu-lagu Nike Ardilla, Jadi ya.., kalah."
* koq gitu sih ngomongnya! Selain itu, apa dia (Nafa-red) inget dan sudah menyisihkan sebagian untuk Yayasan?
Nggak ada tuh disinggung di artikel ini. Katanya pengagum and udah dianggap 'adik' sama Nike, and dianggap 'anak' sama Mamih

Nafa sendiri adalah pengagum mendiang Nike Ardilla. Malah, jauh-jauh hari ia sebetulnya sudah diproyeksikan bakal sebagai pengganti Nike.
"Kata produser, saya mau diarahkan sebagai gantinya Nike, seandainya Nike telah berumah tangga (baca: menikah)," ungkap Nafa terus terang.
Sekalipun demikian, anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tegas-tegas menolak disamakan dengan Nike. "Saya tetap Nafa Urbach," cetusnya seraya tersenyum manis.
* sekarang koq malah pengen jadi Britney Spears..., owalah Nafa...Nafa, wong Magelang aja koq pengen jadi Britney Spears... :))


CERPEN (Cerita Pendek)






Selama ini qta udah sering baca2 artikel tentang NA.
Ngga' ada salahnya kan kalo qta baca2 CERPEN, apalagi CERPEN tersebut terinspirasi oleh kisah perjalanan hidup seorang Nike Ardilla. Yah kurang lebih begitulah...

Penasaran dengan CERita PENdek tersebut?<
Tunggu minggu depan, dengan judul


"Namaku Bukan Aurora"

Nike ArdiLLa, di mata Didi Petet






Kesedihan dunia bintang belum lagi reda karena kepergian aktor kondang Dicky Zulkarnaen beberapa waktu lalu.
Kini kembali kesedihan itu bertambah dengan berpulangnya penyanyi slow rock kondang asal Bandung, Nike Ratnadilla yang lebih dikenal dengan nama Nike Ardilla.

Nike yang punya panggilan kesayangan, Keke ini mengalami kecelakaan di JL. RE Martadinata, Bandung 19 Maret 1995 lalu sekitar pukul 06.15 WIB.
Nike saat itu mengemudikan kendaraan jenis sedan, Honda Civic Genio dengan nomor polisi D-27-AK bersama seorang rekannya Sofiyatun Wahyuni (Atun).



Didi Petet

Kepergiannya mengejutkan banyak pihak. Keluarga, teman, serta penggemarnya *termasuk indu :)), seakan tidak percaya saat mendengar kabar terjadinya peristiwa tragis yang dialami penyanyi yang juga pemain film cantik ini.
Salah seorang diantaranya adalah Didi Petet yang pernah berpasangan dalam film Kabayan dan Anak Jin.
Dalam film tersebut Keke berperan sebagai Iteung isteri Kabayan yang diperankannya.

Didi mengatakan bahwa ia mengenal Keke pada tahun 1988 ketika Keke masih sangat muda sekali dan ketika film Kabayan di produksi pertama kali.
Tepatnya saat Keke masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ketika itu Iteung masih diperankan oleh Paramitha Rusady dan Keke hanya sebagai penyanyi dengan membawakan lagu yang diciptakan oleh Harry Roesli (alm) untuk soundtracknya.


Dalam pandangan Didi saat itu, Keke adalah seorang anak yang sangat lugu sekali. Dan seorang teman yang biasa diajak bekerjasama dalam berbagai hal. Seperti bila diajak bekerjasama untuk memahami peran yang akan dimainkannya.

"Dari sana saya bisa melihat Nike adalah seorang teman yang bisa diajak ngobrol dan berdiskusi untuk membuat permainan film itu menjadi lebih menarik.
Itulah kesan yang biasa saya tangkap dari pribadi Keke yang saya kenal", jelas Didi.

Dari sisi lain Didi menilai Keke sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Bagaimana tidak, dalam dua tahun saja Keke bisa mengembangkan karirnya dalam berbagai hal di dunia seni. Seperti sebagai penyanyi, pemain film, sinetron dan bintang iklan.

"Dalam waktu singkat dia tunjukkan bahwa dia mampu untuk bermain. Jarang sekali ada orang yang mempunyai kemampuan seperti dia," lanjutnya.
Dijelaskannya lebih lanjut Keke tidak hanya sekedar bermain tetapi sekaligus terus belajar dan mengejar apa yang belum dia bisa.
Banyak sudah ia berlakon di mana-mana dan bermain dengan seniornya, seperti bermain bersama aktor Rahmat Hidayat. Ia bisa mengimbangi irama permainan kang Rahmat (Rahmat Hidayat0.

"Ini bisa dijadikan contoh untuk artis artis lain yang betul-betul ingin mengabdikan diri di dunia seni," kata Didi.
Kepergian seorang Nike Ardilla yang dikenal setelah ia melantunkan banyak tembang seperti: Seberkas Sinar, Nyalakan Api, dan lain-lain, ini bagi Didi betul-betul sangat mengejutkannya.
Meskipun begitu banyak kesan yang dilihat Didi sebagai sifat yang betul-betul tidak bisa dilupakan.

Didi mengatakan bahwa Keke adalah seorang gadis yang selain cantik juga ramah, mudah sekali akrab dengan orang yang dikenalnya, dan dengan kemampuannya yang besar itu ia tidak pernah merasa bahwa dirinya bukan artis besar.

"Pendeknya Nike itu tetap seperti orang yang biasa-biasa saja," ujarnya lebih lanjut.
Nike Ardilla masih sangat muda sekali (20 tahun). Masih banyak bakat terpendam yang belum ia perlihatkan dan kematangannya pun belum dapat kita saksikan.
Akan tetapi, kini ia telah tiada. Pergi untuk selamamanya meninggalkan kenangan manis yang tidak mudah untuk dilupakan oleh semua orang yang mengenalnya.
Terutama pengagumnya *termasuk Indu lagi donk! :))

Sumber : SINGGALANG, April 1995

Ziarah Ke Makam Nike








Kami dari NAFC Jakarta akan mengadakan ziarah mengenang 10 tahun kepergian idola kita tercinta, Nike Ardilla pada hari sabtu dan minggu (19-20 Maret 2005). Acara akan dimulai dgn mengunjungi tempat meninggalnya nike di Jl. Riau pada hari mgg subuh dgn mengadakan renungan suci. Selanjutnya ke museum dan ziarah ke Ciamis. Di sana kita akan bergabung juga dgn NAFC Tangerang, NAFC Bandung dan NAFC Ciamis dan akan diliput oleh beberapa media cetak dan elektronik alias masuk tv. Bagi pengunjung situs yg berminat ikut dpt menghubungi ketua NAFC Jkt, Emma di (021) 8096800

Note:ini gw copy paste dari buku tamu...biar terus kebaca:)pengirimnya sodari Emma



JANGAN LUPA!!!!ZIARAH DULU KE KELUARGA TERDEKAT ANDA YANG SUDAH TERLEBIH DAHULU MENINGGALKAN ANDA!!!(maaf:) sekedar mengingatkan,n tanpa ada maksud apa apa)

Nike Ardilla & Ryan Hidayat





RIA IRAWAN : Ada Rasa Perih, Nyeri dan Marah Dalam Dada.



Hubungan Ria Irawan dan Ryan Hidayat terbina sejak kanak-kanak. Saat mereka
masih bocah dan main film bareng. Begitu dewasa, keduanya tetap karib.
Banyak kegiatan yang dilakukan bersama. Salah satu yang dicatat BI adalah
saat keduanya terikat kerjasama dalam memproduksi video klip Nike Ardilla
(Suara Hatiku), Nia Zulkarnaen (Kanda Dimana). Dalam video itu Ryan menjadi
model video klip, sementara Ria, sutradarnya. Ada dialog yang dicatat BI
saat syuting video klip Nike Ardilla, di kediaman Ria, dua tahun lalu.
"Saya dan Keke (panggilan akrab Nike, red) belum lama kenal. Tapi sejak syuting
ini kok kayak tak terpisahka," katanya. Keakraban ini yang mungkin memudahkan
Ria men-direct keduanya melakonkan adegan percintaan.
Obrol-obrol BI bersama Ryan dan Nike terjadi di meja makan rumah Ria.
BI masih ingat saat Ria memotret Ryan dan Nike berpelukan, untuk keperluan
syuting. Ryan berpesan untuk dikirimkan cetakannya. "Saya harus punya foto
bersama Keke," kata Ryan. Foto hasil bidikan Ria ini yang BI pakai untuk
Cover edisi ini. Disitu Ryan dan Nike tampak begitu bersahaja.

Selain menjadi model untuk video klip yang disutradarai Ria Irawan, Ria
juga pernah dijadikan sutradara untuk acara Agama Islam dan Remaja (TPI).

Ria mendengar kabar meninggalnya Ryan saat umroh. Anehnya, beberapa kali
ingatannya melayang pada Ryan dan Nike. "Selain Ryan, saya ingat terus pada
Nike, makanya saya berniat meng-Umrohkan Nike. Setelah umroh saya selesai,
ada baiknya saya medoakan teman-teman saya dari tanah suci," cerita Ria.



=============================================================================


RYAN HIDAYAT
Agak sulit memang melacak jejak pikiran Ryan Hidayat. Ia bukan Soe Hok Gie
atau Ahmad Wahid yang rajin menulis catatan harian. Ia juga jarang sekali
membicarakan tentang dirinya sendiri di media massa, yang selama ini biasanya
menjadi medium bicara para artis dan pekerja dunia hiburan. Selain itu,
dia bukan tipe artis yang dibicarakan khalayak ramai akibat sensasi atau
gossip, yang dihadirkan (paling-paling, Ryan pernah ramai dibicarakan ketika
berciuman dengan Nike Ardilla dalam film Ricky, Nakalnya Anak Muda
, dan kisah cinta singkatnya dengan Titi DJ). Cara yang paling sederhana,
melacak jejak pikiran Ryan lewat orang-orang yang selama ini dipercaya dan
dekat dengannya : ayah, ibu, adik dan sahabatnya.



Sumber : Bintang Indonesia (BI), Februari 1997.