Rabu, 01 Juli 2009

Menengok kembali 40 harian Nike



MENENGOK KEMBALI PERINGATAN 40 HARINYA NIKE ARDILLA Ketika jasadmu telah terkubur Engkau masih juga bisa memberi Dengan alunan suaramu Yang meluluh lantakan perasaan.....

......Baris demi baris puisi ciptaan Eddy D.Iskandar ini terucap lewat bibir Lucy Dahlia,bintang sinetron asal Bandung,dalam acara� Doa Bersama Untuk Nike Ardilla,di gedung Balai Sartika Bandung,pada tanggal 26 April 1995 (10 taon yang lalu ).
Acara yang merupakan bagian dari peringatan 40 hari meninggalnya Nike Ardilla dihadiri sekitar 200-an tamu undangan,termasuk puluhan artis Ibu Kota yang khusus datang dengan 2 bus besar serta rekan rekan dari PAPRI dan HAPMI Jawa Barat.Hadir pula keluarga Nike.

Haji Nanang Kosim mengawali acara dengan membacakan ayat ayat suci Alquran,dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PAPRI,HAPMI,dan MUI Jabar.Ikut pula memberi sambutan,Acil Bimbo,serta tokoh pemuda Ais Said.Rata rata mereka menyampaikan imbauan kepada media massa,agar tidak menulis berita berita miring tentang almarhumah.

Ny.Nining-ibu Nike- yang tampak tegar diawal acara itu,akhirnya tak kuasa membendung air mata tatkala Lucy Dahlia mulai membaca sajak.Begitu pula,saat kelompok Bimbo melantunkan lagu �Doa� ." Saya jadi ingat si Neng.Biasanya dia selalu hadir kalau ada acara begini," ujarnya lirih.

Acara ditutup dengan penyerahan foto terakhir Nike oleh majalah Aneka,serta lukisan Nike disamping Marilyn Monroe,hasil karya pelukis kota Kembang,Yudana Nor.Menjelang akhir hayatnya Nike memang pernah minta dibuatkan lukisan seperti itu.


Jam sudah menunjukan pukul 24.00 WIB,ketika keluarga Nike meninggalkan Balai Sartika.Meski lelah,mereka tak langsung bisa beristirahat.Dibantu anggota NAFC,mereka mesti menyiapkan keperluan untuk acara tahlilan keesokan harinya.
Sebagian anggota NAFC sibuk menata 1.500 kursi. "Resminya cuma 100 orang yang kami undang.Tapi berdasar pengalaman 7 harian lalu,pengunjung membludak.Makanya kami siapkan kursi lebih," tutur Alan.
Tenda tenda dipasang di halaman rumah,berikut kain putih yang penuh coretan ungkapan belasungkawa dari penggemar Nike.
Demi kelancaran,untuk sementara para penngemar Nike dilarang masuk ke rumah,yang bisa masuk hanyalah wartawan dan dari pihak keluarga Nike.
Meski dilarang masuk ke rumah idolanya,para penggemar tetap saja berbondong bondong datang.Tapi mereka cuma boleh berdiri di depan pintu masuk. "Kami akan tetap mengikuti acara tahlilan sampai selesai,sekalipun tak bisa masuk," ujar salah satu pengagum Nike.

Salah satu penngemar bernama Ade,akhirnya diizinkan masuk menemui orang tua Nike karena ia membawa surat bela sungkawa dari orang tuanya. "Mama saya sedang hamil,karena itu saya diutus untuk datang ke sini.Dia sangat sedih atas kepergian Nike.Bahkan mama,ingin adik saya yang sedang dikandungan bisa punya wajah dan kebaikan seperti Nike,"tutur Ade yang langsung diamini kedua orang tua Nike.

Seorang lagi penggemar yang boleh masuk ke rumah adalah Timmers Serge,warga negara Belgia.Ia sudah menginap di rumah Nike sebelumnya,khusus untuk menghadiri peringatan ke 40 hari meninggalnya Nike.
Timmers mengaku mendengar suara Nike pertama kali di Bali,sekitar 2 tahun yang lalu (taon 93-an)," Saya suka warna vocal dan kelembutan wajahnya.Sejak itulah saya jadi penggemarnya.Semua kaset Nike saya koleksi," ujarnya.

Jumat pagi sekitar pukul 11.00 WIB,rumah Nike kedatangan rombongan siswa dan guru SLB Wawasan Nusantara yang dikoordinir Wiwid Juwono,didampingi kepala SLB se-Bandung raya dan pejabat Kanwil Depdikbud Jabar.Mereka bersama sama berdoa bagi almarhumah Nike.

Sementara doa bersama para siswa dan guru SLB berlangsung,di kamar Nike diadakan pengajian oleh tiga qari dan qariah dari Jam Iyyatul Qurra Wal Huffadh (perkumpulan qari dan qariah yang hafal Al-Quran) pimpinan K.H. Asin Muhammad.Mereka bertiga,Atifah,Semiah,dan Faturrahman,secara nonstop melantunkan seluruh ayat Al-quran sampai tamat dengan diawasi Muhammad Hidayah.
Nenek Nike,Hj. Nursulihat,yang menyimak pengajian tersebut tak dapat membendung rasa harunya. "Rasanya si Neng masih ada.Tiap kali mau tidur,saya sering mendengar suara klakson mobilnya.Juga pintu mobil yang ditutup dan ucapan salam si Neng.Sayang,semua itu cuma bayangan saja," tuturnya getir.

Di Ciamis,pagi yang sama.Puluhan artis kondang berziarah ke makam Nike.Tampak antara lain Silvana Herman,Deddy Dhukun,Java Jive,Rani Noor,Yessy Gashela,dan beberapa produser serta musisi (yg jelas CuPs ga di situ,soalnya bukan artis...).Kehadiran mereka menarik perhatian ribuan pengunjung makam Nike yang pagi itu juga ingin memanjatkan doa bagi si Neng.

Selanjutnya bisa ditebak kan? biasalah,rebutan minta tanda tangan en foto bersama (males ah nulis detailnya).Pokonya karena suasana yang riuh ini menyebabkan Silvana Herman jatuh pingsan,yang memang waktu itu dia lagi terserang demam.Setelah siuman,Silvana berujar," Dalam hati,saya sudah berjanji pada almarhumah untuk datang ke makam pada peringatan 40 harinya.Maka mesti sakit,saya paksakan berangkat ziarah.Nggak nyangka,suasananya kok ramai kaya gini."
Selesai berziarah,sore itu pula,rombongan artis kembali ke Bandung menuju rumah Nike untuk mengikuti acara doa bersama.
Sore itu pula di kediaman Nike,Deddy Dores dan Produser Harpa record untuk kesekian kalinya menyerahkan 30 juta rupiah kepada ayahanda Nike Ardilla sebagai royalti dari penjualan album Sebuah Lagu Untuk Nike,yang dibawakan oleh Deddy Dores.Sementara itu tampak pula kesibukan kru sinetron Trauma Marissa yang merekam suasana tahlilan." Adegan ini akan ditampilkan di episode terakhir,sebagai kenang-kenangan buat fans Nike," tutur Agus Pattirane,sang sutradara.


Sesuai jadwal,acara dimulai pukul 20:00 WIB.Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran.Keharuan memancar di wajah-wajah penngemar Nike.
Ketika dibacakan puisi Seberkas Sinar (judulnya sama kayak lagunya,sekarang puisi ini di taro di Cafe Nike Ardilla,kalo ga salah.Ntah karya sapa) ,para pengunjung tak kuasa emnahan air mata.

Keseleruhan acara berlangsung hingga tengah malam.Sebagai penutup,diputar klip Sandiwara Cinta. Mereka yang semula duduk di kursi,kontan serempak maju agar bisa melihat wajah Nike di proyektor video.Fnas Nike di luar pagar rumah,tak kalah histerisnya.
Mereka yang tak bisa melihat,lantas ikut menyanyikan lagu tersebut bersama sama.Seolah olah Nike sedang konser di atas pentas,suasana persis seperti sebuah pertunjukan musik.
Barangkali hanya Nike yang bisa menghibur penggemarnya dalam sebuah pertunjukan,sekalipun ia sudah tiada.
Sebuah bis besar memasuki pemakaman Kastabrata di Imbanagara (kini namanya pemakaman Nike Ardilla),Ciamis Jawa Barat.Selang beberapa menit,sekitar 70 muda mudi turun dari bus dan mengelilingi makam sang idola.Wajah mereka nampak sedih.Beberapa diantaranya menghapus air mata.Muda mudi itu adalah penggemar berat Nike Ardilla yang hendak berziarah ke makam sang idola.
Tak seperti lazimnya rombongan muda mudi biasa yang identik dengan musik keras dan hura hura,rombongan ini nyaris membisu.Dari tape recorder di dalam bus,sayup-sayup terdengar lagu-lagu hits Nike.

Suasana ziarah di Minggu siang tanggal 26 Maret 1995 itu semakin mencekam.Sekitar 5 diantara penziarah itu tak bisa menguasai diri.Mereka menagis tersedu sedu dan berteriak histeris,sambil memanggil-manggil nama Nike.Keharuan semakin menjadiBeberapa diantara penziarah menangis," Nike...kami ingin ikut kamu...Nike,kami ikut...!"
Selain berziarah ke makam,penggemar juga memenuhi rumah keluarga almarhumah di Parakan saat,Bandung.Sejak Nike meninggal,hingga kini rumah tersebut tak pernah sepi dari tamu.
"Saya datang dari jauh kemari,khusus untuk berdoa buat Nike,syukur kalo bisa melihat kamar keke," tutur Emawati yang datang dari Gorontalo.Sulawesi Utara.

Apa gerangan yang membuat mereka memuja Keke? "Dia salah seorang yang terbaik yang pernah aku jumpai,dia ramah dan rendah hati.Saya sangat kehilangan!" jawab Silvana Herman.
Rasa kehilangan Nike juga dialami Zainal (Cece),dia adalah perias langganan Nike Di Bandung.Di acara selamatan 7 hari meninggal Nike,Zainal ikut berziarah ke makam sang idola.Disana ia hampir tak bisa mengendalikan kesedihannya. "Selama ini saya tak percaya kalau Nike betul-betul telah tiada.Baru setelah melihat makamnya,saya dihadapkan pada kenyataan yang begitu pahit."

Denny Sabri,salah seorang yang disebut sebut punya andil dalam menghantarkan Nike ke jenjang ketenaran,punya kesan tersendiri. "Begitu melihat Nike,saya tahu dia anak yang baik dan punya potensi,ternyata dugaan saya tidak meleset.Saya menganggap Keke sebagai adik saya sendiri,begitu juga Nike...ia menganggap saya sebagai abang kandungnya sendiri.Kalau ada apa-apa,Nike tak segan-segan "berbagi".Waktu lebaran,Keke bilang bahwa ia sedang punya masalah serius.Sayangnya,sampai ia meninggal,masalah tersebut belum ia utarakan.

Selain Denny Sabri,Deddy Dores juga merasa sangat kehilangan Nike.Waktu berita duka itu muncul,pencipta lagu ini sedang berada di Perth,Australia." Saya ngak menyangka kalau Nike akan pergi secepat itu.Mulanya saya berfikir,bahwa berita duka itu main-main," katanya.<


Lalu,apa pendapat Deddy tentang Nike? "Sebagai remaja yang mau memikirkan nasib orang lain,juga sebagai artis yang potensial,ia memang pantas dikenang!" kata Deddy.
Mungkin karena itu,Deddy sengaja menciptakan lagu buat Nike.Judulnya,Lagu untuk Nike,syairnya kira kira begini:

Tuhan Setulus hati aku meminta
Setulus hati aku berdoa
Untuk adikku tercinta
Tuhan kasihanilah dia
Ampunilah dia
Selamat jalan adikku
Sinar kasih Tuhan
menyertaimu

Sedan Honda Genio bernomor D 27 AK terparkir di lobi Hotel Indonesia,Jakarta,Rabu 17 April 1996.Banyak orang yang berkerumun mengamatinya dari dekat.Bukan karena mobil itu unik atau bagus,tapi karena mobil itulah yang dikendarai artis belia Nike Ardilla saat menemui ajalnya Maret tahun 1995.Malam itu pula,mobil yang sudah diperbaiki itu akan dilelang.

" Ide pelelangan mobil ini dari kami sekeluarga," ujar Eddy Kusnadi (kini Almarhum),ayahanda Nike Ardilla.Kendaraan tersebut menurut Eddy menyimpan kenangan buruk bagi keluarganya." Bahkan istri saya menganggap mobil itu seolah olah sebagai mobil pembunuh.
Masih cerita Eddy,Istrinya selalu menangis bila tak sengaja memandang mobil itu lantaran mengingatkannya pada sang putri tercinta."Ketimbang terus menerus menanggung beban mental,akhirnya kami putuskan untuk melelang mobil ini,"tutur Eddy.

Pelelangan itu akhirnya terselenggara di Ramayana Terrace,Hotel Indonesia.Harga awal yang dilontarkan adalah 65 juta rupiah.Hasilnya,pada malam terakhir lelang,mobil itu terjual 100 juta rupiah!!
Keluarga Nike hanya mengambil 65 juta atau seharga mobil tersebut dan perbaikannya.Selebihnya disumbangkan ke SLB peninggalan Nike.

Siapakah si pemenang lelang? Namanya Christine Natalia Makaenas (kini dikenal dg Lia Nathalia).Sepintas penampilan dara belia ini mirip Nike.Ia mengenakan jaket warna hitam,rok mini,dan tatanan rambut Nike saat tampil di video klip Sandiwara Cinta.Lia,begitu ia biasa disapa,ternyata bisa juga menyanyi.Tak heran bila pengunjung lelang mendaulatnya untuk unjuk kebolehan.

Semula Lia hanya berniat menyanyikan sebait lagu salah satu lagu Nike.Akhirnya,baik demi bait lagu Biarkan Cintamu Berlalu tuntas pula ia lantunkan.Penonton terkesima melihat gaya dan penampilannya malam itu."Gile,bener-bener kaya Nike,"celetuk seorang penonton.

Lia mengaku,sejak duduk di kelas 5 SD,ia sudah kagum berat pada Nike."Suaranya bagus,cantik,gayanya pun oke.Disamping itu,yang membuat saya makin suka padanya,ialah kepribadian Teh Nike.Dia tak pernah melupakan sesamanya yang bernasib kurang beruntung.Padahal sebagai artis,dia sebetulnya bisa bersenang senang dulu,banyak duit,dan masih muda lagi.Tapi ternyata uangnya justru ia gunakan untuk membantu yang kekurangan.

Lia mengaku tidak keberatan jika suatu saat mobil itu dipinjam untuk keperluan NAFC."Pendeknya,mobil ini boleh dimanfaatkan siapa saja,termasuk juga untuk pameran." tandasnya.
Suasana haru sempat menyergap seluruh hadirin pengunjung lelang tatkala Lia dan Eddy Kusnaedi menandatangani surat perjanjian jual beli mobil tersebut.
Nyonya Nining-ibunda Nike- maupun Lia tidak bisa menahan tangis saat berpelukan,hingga mata para hadirin pun berkaca kaca.

PUISI

DALAM KENANGAN

Aku masih ingat dengan senyum itu
Mengembang bahagia di bibir manismu
Merekah seindah matahari pagi
Yang kini tersimpan di hatiku tuk selamanya

Dan bukan mustahil bila aku menangis
Ketika di tengah malam aku merasa sendiri
Sendiri merasakan sebersit hampa yang melintas di hatiku
Yang membuatku semakin terluka

Aku tau semua ini yang terbaik
Walau kadang kusesali yang terjadi
Sesali waktu yang takkan pernah mungkin kembali
Sesali diri karena tlah sia-siakan sedetik waktu yang kumiliki

A�a�ah�
Satu teriakkanku tukmelepas kecewa
Satu kata sesal pun kini tak berarti
Dan kembali aku tunduk dengan linangan airmata
Ketika aku sadari kau tak di sisiku lagi

Dan ketika aku ingin menggapaimu
Kembali belaian angin itu hempaskan aku ke peraduanku
Seperti ia tlah gugurkan daun dari rantingnya
Luluhkan asaku dalam lelap tidurku.

Tidak ada komentar: