Rabu, 01 Juli 2009

Resensi Kaset Nike Ardilla


Mengikuti berita-berita yang berkaitan dengan meninggalnya Nike Ardilla,sungguh menarik.Ia bukan bintang besar macam almarhum Bing Slamet atau S.Bagio,bukan pula artis karismatis macam Iwan Fals atau Oma Irama.Ia cuma gadis cantik berwajah sendu dan kurang memancarkan kecerdasan.Suara serta aktingnya pun rata-rata.Ia jauh dari bayangan Marilyn Monroe yang dipujanya,atau pun Madonna yang pertunjukan maupun penampilannya selalu mengehebohkan.

Namun agaknya Nike memiliki berbagai simbol yang menjadi harapan dan impian masyarakat kita,sekaligus mempertautkan mereka dengan sejumlah kegelisahan bawah sadar yang telah begitu lama tak mampu diredakan.Sehingga jadilah Nike--dengan kematian tragisnya-- sosok yang sanggup meletupkan segala macam isi hati masyarakat,yang di dalamnya terdapat masyarakat media massa.



Hingga menjelang 40 hari meninggalnya,menurut berita yang mengutip pengakuan keluarganya,sekitar dua ribu penggemar masih menyambangi rumahnya di Bandung.Mereka datang bukan hanya dari sekitar Bandung,tapi juga dari berbagai wilayah Indonesia bahkan Malaysia,Brunai,dan Singapura!!
Media massa pun masih terus menggulirkan informasi seputar dirinya.Keluarganya pun sampai membangun museum serta membangun makam khusus untuk memudahkan ziarah.

Nike Ardilla tiba-tiba menyadarkan kita,terutama kalangan yang selama ini kurang hirau pada dunia bintang Indonesia karena dianggap lebih dekat dengan stempel "tidak mutu",bahwa dirinya punya tempat istimewa di lingkungan masyarakat penggemar pop culture.Dan sudah pasti pula hal itu akan membawa konsekuaensi manis bagi pasar yang haus akan sensasi dan keuntungan.




Sepanjang tahun 2005 sampai dengan bulan September ini, ada 4 Album Kompilasi Nike Ardilla dan 1 Album Deddy Dores khusus mengenang 10 tahun kepergian Nike Ardilla yang beredar di pasar musik tanah air. Dari 4 album kompilasi Nike tersebut, satu diantaranya hanya beredar dalam bentuk CD. Album-album tersebut melengkapi album-album kompilasi Nike Ardilla produksi Music plus yang masih beredar sampai dengan Desember 2005 nanti seperti Best of the Best I & 2 dan Best Slow 1 & 2. Untuk lebih jelasnya, berikut resensi kelima album yang direlease tahun 2005 tersebut.




PRIVATE COLLECTION NIKE ARDILLA & DEDDY DORES
Produksi : PT. Harmonika Irama Kharisma dan PT. Opera Swara Genta
Tahun : 2005
Format : CD

CD ini berisi 14 lagu perpaduan Hits Nike Ardilla dan Deddy Dores. CD ini direlease di awal tahun dan cukup bisa mengobati kerinduan penggemar Nike dengan lagu Rona-Rona Biru yang tidak terdapat di kompilasi the best yang diproduksi Music Plus. Bagi penggemar-penggemar baru, tentu saja lagu Rona-Rona Biru ini masih cukup asing ditelinga.

Sayangnya proporsi antara Nike dan Deddy Dores tidak berimbang. Dari 14 lagu yang ada, Nike hanya menyanyikan 4 lagu, dan 2 diantaranya duet dengan Deddy Dores. Selebihnya didominasi oleh Deddy Dores dan satu lagu yang dinyanyikan secara keroyokan oleh sahabat Nike bertajuk Selamat Jalan Nike. Dengan demikian, Nike terkesan hanya sebagai Bintang tamu saja.

Yang menjadi nilai plus CD ini, pemilihan foto Nike untuk Cover yang lain dari yang lain. Bagi penggemar Nike, mungkin baru melihat foto Nike yang ini. Nike tampil sangat bersahaja disini.





BEST OF THE BEST NIKE ARDILLA
Produksi : PT. Harmonika Irama Kharisma dan Harpa Records
Tahun : 2005
Format : Kaset




Kaset ini berisi 18 lagu yang tidak semuanya dinyanyikan oleh Nike Ardilla dan sebagian sudah ada di CD Private Collection. Nike hanya membawakan 5 lagu disini, dua diantaranya duet dengan Deddy Dores dan satu diantaranya yaitu lagu Kelap-Kelip Cinta adalah lagu baru. 13 lagu lainnya dinyanyikan oleh penyanyi lain seperti Yessy Gasela, Deddy Dores, Wulan, Kumpulan artis Sahabat Nike dan Robby NS.

Sebenarnya, album ini bisa menjadi pengobat rindu para penggemar Nike yang selalu menunggu-nunggu sesuatu yang baru dari Nike. Sayangnya, album ini terkesan dibuat terburu-buru dan asal jadi sehingga kualitasnya menjadi kurang bagus. Foto Nike untuk cover saja sama dengan CD Private Collection terdahulu.

Entah pertimbangan apa yang diambil produser album ini sehingga tidak menempatkan lagu Kelap-kelip Cinta sebagai lagu andalannya. Padahal lagu ini terbilang baru dan masih asing di telinga para penggemar Nike yang tentu akan mengundang penasaran dan dengan demikian bisa mendongkrak angka penjualannya.

Yang lebih mengecewakan lagi, Yessy Gasela kurang maksimal menyandang tugas untuk menyanyikan kembali lagu-lagu yang dulu sangat popular dinyanyikan Nike, padahal ia menyanyikan 8 lagu disini. Sebagai penyanyi senior seangkatan Nike, seharusnya Yessy bisa menunjukkan kelasnya. Tapi disini Yessy tidak menunjukkan penguasaan vocal yang prima malah banyak lengkingan vocal yang tidak berpower dan berkesan cengeng. Dan hasilnya, sudah bisa dipastikan lagu-lagu yang dulu begitu indah dinyanyikan Nike, di album ini lagu-lagu tersebut jadi sangat tidak enak untuk didengarkan.

Album ini memang mengecewakan, meskipun produser sudah mencoba mengemasnya dengan cover yang cukup ekslusif, tapi itu tidak bisa menutupi kekurangannya. Bandingan dengan album Ingin Kulupakan produksi Music Plus tahun 1999 yang lalu. Dan mungkin karena itulah setelah kurang lebih sebulan beredar di pasaran, album ini harus ditarik lagi dari peredaran dengan alas an salah cover.

LAGU-LAGU UNGGULAN NIKE ARDILLA
Produksi : Harpa Records.dan PT. Resswara Rodakreasi
Tahun : 2005
Format : Kaset



MENGENANG 10 TAHUN NIKE ARDILLA : SEANDAINYA KAU MASIH ADA (Dedy Dores)
Produksi : Anastra Records
Tahun : 2005
Format : Kaset


Album ini dibuat khusus oleh Deddy Dores dalam rangka memperingati 10 tahun kepergian Nike Ardilla yang sekaligus menandai kembalinya ia ke kancah musik Indonesia setelah 5 tahun vakum.

Yang menjadi lagu andalan dalam album ini adalah lagu Seandainya Kau Masih Disini yang liriknya ditujukan untuk Nike Ardilla dan menjadi satu-satunya lagu baru dalam album ini. Lagu-lagu yang lain adalah lagu-lagu ciptaan Deddy Dores yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi orbitannya dan pernah menjadi hits (termasuk lagu yang dibawakan oleh Nike Ardilla).

Mendengarkan keseluruhan lagu ini memberi kesan Deddy Dores tengah melakukan eksperimen dalam konsep bermusiknya. Terdengar dalam lagu Cintaku Tak Terbatas Waktu yang dulu popular dibawakan oleh Ani Carera yang kali ini dibawakannya sendiri dalam balutan music country. Cukup chic dan berkelas.

Lagu-lagu yang ada di album ini adalah Seandainya Kau Masih Disini, Cintaku Tak Terbatas Waktu, Gagal dalam Bercinta, Sandiwara Cinta, Bintang Kehidupan di side A. Dan Biarkan Cintamu Berlalu, Semakin Rindu, Cintaku Takkan Berubah, Cahaya Hidupku, dan Hatiku Bagai di Sangkar Emas di side B. Lagu Gagal Dalam Bercinta dulunya berjudul Untuk Apa Lagi yang sempat juga dinyanyikan oleh Nike Ardilla.
Lagu-lagu yang ada di album ini cukup enak didengar, sayangnya tidak didukung oleh desain cover yang menarik. Kaset ini pun cukup sulit didapatkan karena jarang dijual di toko-toko kaset terkemuka.

20 LAGU PILIHAN FANS CLUB NIKE ARDILLA
Produksi : Musicplus
Tahun : 2005
Format :Kaset


Inilah Album yang ditunggu-tunggu sekian lama oleh Fans Nike. Dikemas dalam 20 lagu pilihan dengan lagu andalan Star of Life (Lagu Bintang Kehidupan yang liriknya diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dinyanyikan oleh Nike pada Asia Song Festival Shanghai China 1991 dimana Nike menyabet gelar the Best New Comer).

Sebagian lagu-lagu pilihan ini memang belum pernah dikeluarkan dalam album-album kompilasi the best terdahulu, bagi para penggemar baru Nike, tentu saja album ini sangat membantu menambah perbendaharaan lagu-lagu Nike terutama bagi mereka belum memiliki koleksi lengkap album-album Nike selagi mendiang masih hidup.

Keseluruhan lagu-lagu dalam album ini adalah Side A : Star of Life, Tak Mungkin Bersatu, Dalam Biru Hatiku, Kehadiranmu, Didalam Sunyi, Untuk Kekasihku, Kau yang Terakhir, Kenyataan Manis, Surat Terakhir, Rona-Rona Biru, Side B 2 : Kalau Aku Bisa Terbang, Pudar, Cinta Bersemi, Bayang Dirimu, Baru Kusadari, Meraih Rembulan, Keraguan, Pengembara Terasing, Tegar, Kau Bukan Milikku.

Cover album ini lumayan menarik, hanya saja terkesan terlalu �ramai� sehingga menghilangkan kesan elegan. Namun terlepas dari itu, album ini banyak memberikan nilai plus dan patut untuk dikoleksi.

Akhirnya, semoga album ini didukung oleh promosi yang memadai, bila perlu dibuatkan video klip yang menarik sehingga bisa menarik pembeli bukan hanya para pengemar lama, tetapi juga menambah penggemar baru

Nikemania...ini adalah picture-picture asli Nike Ardilla yang ada di artikel.Kenapa kok hasilnya item putih en burem? Karena,kita dapetin artikelnya hanya berbentuk fotocopy dan pic Nike nya jadi burem karena di repronya cuman pake fasilitas camera HP alias hempun ( kata org sunda mah) yang cameranya pun masih VGA.Tapi lumayan lah,buat ngobatin rasa kangen kita ma Nike,tul ga?
Trus napa ga di masukin di Galerry Photo aja,karena ya itu dia,hasilnya ga memenuhi standard euy.Sok aja lah dipelototin yuk...




























Ini buat yang lom tahu aja,kalo yang udah tau mah...ya diem aja yah...heheheh....Katanya Klip ini dibikin di Bali,ini adalah versi dua nya,lom tayang di TV,sok mangga di simak baik-baik.














Cukup sulit untuk mendapatkan kaset ini di Jakarta, karena tidak dijual bebas di toko-toko kaset terkemuka. Peredarannya hanya melalui salah satu toko retail yang biasanya menjual barang-barang keperluan rumah tangga.

Album ini berisi 10 lagu, yang semuanya sudah ada dalam album pendahulunya : Best of the Best Nike Ardilla. Nike hanya kebagian membawakan 3 lagu. Seberkas Sinar dan Bintang Kehidupan (duet dengan Deddy Dores) dan hanya satu lagu yang dinyanyikannya sendiri yaitu Cukup Sampai Disini. 7 lagu lainnya dinyanyikan oleh Deddy Dores, Sahabat Nike dan Yessy Gasela.

Melihat kemasan dan lagu-lagu yang ada didalamnya, kaset ini sama dengan Best of the Best yang diproduksi Harika dan Harpa Records. Hal ini mengundang pertanyaan mengingat kedua kaset ini diedarkan pada waktu yang bersamaan dan dengan cover yang kurang lebih sama. Hanya judul album dan produsernya saja yang berbeda. Apakah ini jawaban atas ditariknya album Best of the Best Nike Ardilla terdahulu? Tapi mengapa jumlah lagunya dikurangi dengan harga bandrol yang jauh lebih mahal? Dan dari segi kualitas, tentu saja sama-sama mengecewakan dengan album pendahulunya, malah mungkin lebih mengecewakan lagi mengingat tak ada satu pun lagu baru Nike disini dan harus dibeli dengan harga lebih mahal sedangkan jumlah lagunya berkurang delapan.

Tidak ada komentar: