Selasa, 30 Juni 2009

Curahan Hati Ibunda Nike Ardilla


Kepergian Nike Ardilla meluluhlantakkan perasaan ibundanya, Ny.Nining Kusnadi."Ya, Allah...tak adakah cobaan yang lebih ringan buat saya?" katanya sambil mengusap foto Nike -pesanan Almarhumah- dari majalah KARTINI.Dengan duka yang mendalam Nyonya Nining menuturkan pengalaman hidupnya bersama sang bintang,Nike Ardilla

Seandainya saya bisa mengatur suara suara,tak ingin rasanya saya mendapat berita meninggalnya putri saya,Nike Ardilla.Namun berita duka itu semakin santer dan menjadi kenyataan.

Pada tanggal 19 Maret 1995 pukul 06.00 WIB,telepon berdering di rumah kami.Di seberang sana,seseorang yang mengaku polisi mengucap,"Assalamualaikum.....putri anda,Nike Ardila mengalami musibah dan kini berada di rumah sakit....."
Karena terbiasa mendapat berita semacam itu,saya berusaha tetep tenang."Anda siapa? Bisakah saya mendapat nomor telepon anda?" Suara di "seberang sana" menyebutkan sederet nomor,tetapi pikiran saya tak bisa lagi terkonsentrasi.Entah mengapa,sekujur tubuh ini menjadi begitu lemas. Tiba tiba saja,perasaan saya seperti melayang.Rasanya kedua kaki ini tak lagi berpijak di bumi.....Begitu tersadar,saya telah berada di rumah sakit.
Di hadapan saya,Neng (panggilan sayang Nike Ardilla di rumahnya) terbaring.Kepalanya penuh luka dan dadanya memar. "Neng,kenapa kamu,Nak? Cepatlah bangun.Ayo kita pulang!" kata saya.Tetapi Neng diam saja.Tubuhnya kaku dan ia tak menjawab. Ya Tuhan,kuatkan hati saya! Saya ingin menolong anak saya!" Tetapi tangan saya seperti lunglai,
Pukul 09.00 WIB,jenasah Neng tiba di rumah kami.Air mata ini tak terbendung lagi,"Kenapa Neng tega meninggalkan Mami?Neng,coba lihat Mami! Mami sayang kamu Nak!" Tapi anak itu diam saja.Saya seperti sukar percaya kalau Neng "BUNGA" keluarga kami benar benar telah berpulang......

Sampai detik ini,rasanya saya tidak percaya Neng sudah tiada.Kayaknya dia sedang pergi show atau syuting.Tapi kalau sadar dia sudah tiada,batin ini rasanya ingin menjerit.Saya benar benar kehilangan dia.Sempat beberapa kali saya protes pada Tuhan,kenapa secepat itu Dia memanggil anak perempuanku satu satunya.Tapi akhirnya saya ini sudah kehendak-Nya.

Kini saya hanya bisa menatap foto Neng yang seolah tersenyum manis untuk ibunya.Sering saya duduk lama di kamarnya sambil menangis.Kalau sudah begitu,anak anak dan saudara saya mencoba menghibur.Ya...saya tak boleh terus terusan larut dalam kesedihan.Pelan pelan saya mulai yakin dan makin yakin....Neng sudah bahagia di sisi-Nya.

Dimata kami dan kakak kakaknya,Neng gadis yang manja dan ceria.Kami hampir tak pernah melihatnya bersedih.Kalau kutanya,"Neng ada masalah apa? Kok lesu amat?"Pasti jawabnya,"Nggak ada apa apa.Mami tenang tenang aja.Everything is okay!"

Meski manja,Neng selalu berusaha menyenangkan hati kami.Kelahirannya pun sebetulnya adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami.Saya dan suami,memang sudah lama berdoa memohon agar kami dikaruniai anak perempuan yang saleh,dan menyenangkan hati orang tua.Maklum,dua anak kami sebelumnya laki laki.Saat itu kami masih tinggal di daerah Kebon Sirih,Bandung. Disana banyak pramugari yang kost.Mereka cantik cantik.Saya sering bilang sama suami,"Pi,aku ingin anak kita geulis kayak anak anak itu."

Saking kepengennya punya anak perempuan,segala usaha kami lakukan.Termasuk memakai "pancingan" seperti nasihat orang.Kebetulan bibi saya melahirkan bayi perempuan.Anak itu kemudian saya asuh sampai umur 6 bulan.Tak lama kemudian,saya mengandung Neng.Selama kehamilan sampai persalinan semua berjalan lancar.

Tanggal 27 Desember 1975,lahirlah Neng di RS Ibu Emma,Bandung.Kebahagian saya sungguh tak terlukiskan.Suami saya tak sempat hadir saat itu karena sedang bertugas di Jakarta.Tapi ia melonjak gembira saat kami mengabarkan anaknya perempuan.
Sepertinya begitu lahir,Neng sudah membawa keberuntungan.Contohnya,jatah dari kantor suami hanya cukup untuk perawatan di kelas II,tapi begitu Neng lahir,kami mendapat rezeki,hingga saya bisa pindah ke kelas I.

Neng tumbuh dan berkembang seperti anak anak lainnya.Bedanya sejak kecil Neng suka difoto.Tiap habis mandi,dia selalu minta difoto.Kalau tidak dipenuhimdia bisa menangis sampai menjerit jerit.Terkadang biar tenang,suami saya cukup berpura pura memotretnya.Kami sampai meledek,"Ih,si Neng kecil kecil udah genit," biasanya dengan mimik lucu dan suara cadel,Neng menjawab,"Biarin..kalau sudah besar kan Neng mau jadi pagarwati." Maksudnya peragawati.

Waktu masuk TK,Neng selalu jadi pusat perhatian bila ikut karnaval.Habis tampangnya lucu dan menggemaskan.Kalau ditanya,"Neng bisa nyanyi nggak?" Langsung dia mengiyakan.Dia paling senang mendendangkan lagunya Iis Sugianto..."Masihkah kau ingat ...sayang..." Ah,rasanya semua itu seperti terjadi baru kemarin.

Bakat nyanyi yang dimililiki Neng sangat menonjol.Atas saran beberapa orang,Neng saya masukan ke Himpunan Artis Bandung di daerah Tegallega.Tiap ada hajatan,atau perayaan di kantor ayahnya,ia pasti tampil. Sejak itulah dia menyanyi sampai sekarang (Ingat!!! sampai sekarang Nike Ardilla tetap bernyayi.). Heran juga kalau melihat keluarga kami tak ada yang berdarah seni.
Meski sudah jadi artis yang sukses,di rumah ia tetap seperti anak anak lain.Tiap pulang ke Bandung,pasti Neng telepon ke kiri kanan,ngumpulin teman temannya.Begitu kumpul,lagu metal distel,dan tukang bakso dipanggil.Lalu mereka ngerumpi sambil makan bakso dan dengerin lagu.
Tiap ke rumah,Neng selalu minta saya masakin," Mami bikin sambal dong," hobby Neng memang makan sambal dengan ikan peda,tahu,serta lalap jengkol.Kata Neng,dia udah bosan makan di restoran.Makanya tiap pulang,pasti ia minta dimasakin itu.

Kemanjaan Neng juga tidak berkurang.Sering selagi saya dan suami tidur,datang Neng ke kamar," Minggir- minggir ,Neng mau tidur di tengah." pintanya.Kadang kami goda dia," Ih,gimana kalau nanti Neng sudah punya suami ,terus diganggu sama anaknya kayak begini?" Paling palin ia menjawab,"Biarin aja,itu kan nanti.Yang penting,sekarang Neng mau tidur di sini."

Neng juga termasuk anak yang berjiwa sosial.Kalau memberi sesuatu ia tak pernah ngomong ngomong.Sering saya ingatkan,agar jangan terlalu royal tanpa perhitungan.Tapi dia bisa saja berdalih," Yang namanya rezeki itu,datangnya ada aja,Mi." Kalau saya ingatkan untuk menabung demi masa depannya,dia bilang,urusan rumah tangganya adalah tanggung jawab suaminya kelak." Pokonya mamih ga usah kuatir,Neng tau batasnya kok," bujuknya.
Pada orang tua dan saudaranya pun Neng sangat royal." Kalau papi atau Mami gak punya duit,bilang saja yah."Katanya selalu.Sering Neng memberi uang,entah sejuta atau dua juta rupiah.Pendeknya tiap dapat rezeki,ia tak lupa pada kami.Malah beberapa kali dia meminta ayahnya untuk berhenti bekerja," Papi kan sudah tuamntar Neng aja yang menaggung semuanya."

Kepada kami,Neng selalu terbuka.Waktu santer diberitakan mabuk mabukan,kami sempat menanyakannya pada dia.Menurutnya tuduhan itu tidak benar."Neng memang minum,Mi.Tapi cuman sedikit.Itu pun cuma untuk pergaulan.Pokoknya nggak usah khawatir.Neng nggak akan emnyengsarakan papi dan mami kok,"sahutnya.

Sejak Neng masih kecil,kami selalu menanamkan ajaran agama yang kuat.Neng juga sering membaca buku buku tentang agama.Misalkan,buku yang menggambarkan suasana di neraka.Juga cerita cerita tentang orang tua yang susah masuk syurga karena anaknya nakal.Jadi,Neng takut kami sengsara bila kelak sudah tiada.Makanya dia rajin berbuat baik dan bersedekah.

Sabtu 18 Maret 1995 siang,Neng menelpon saya," Mami,Neng ntar pulang agak maleman karenya syutingnya belum kelar." katanya.Sempat saya tanya dengan siapa dia pulang.Katanya diantar sopir,sempat pula saya berpesan,"Hati hati di jalan."

Sekitar pukul 22.00,Neng datang bersama Atun.Waktu dia masuk,saya sedang santai di ruang tengah."Badan Neng kok kurusan?" tanyaku." Mami,kalau di film itu ada peran gemuk dan peran kurus,ini kebetulan Neng harus tampil kurus," jawabnya.
Dia juga balas bertanya," Mi,Neng cantik apa nggak sih?" Kujawab," Kamu mah geulis." Eh dia masih belum puas." Cantik mana sama Marllyn Monroe?" Saya jawab lagi," Lebih cantik Neng atuh,kalau Marllyn mah orang bule.Neng asli sunda." Lantas dia tertawa.

Setelah itu dia masuk kamar mencari kaset Terlanjur Sayang - nya Memes.Dilihatnya foto dirinya yang sedang merentangkan tangan. "Lucu yah Mi,Neng berfoto pakai gaya Superman.Cuma Neng yang bergaya seperti ini,"ujarnya sambil tertawa.Tak lama kemudian,dia memanggil Atun dan menanyakan bajunya.Herannya,Atun cuma diam aja di pojok kamar.
Saya lihat Neng memilih milih baju.Diambilnya kaos merah,celana hitam,dan sepatu merah.Usai berdandan dia kembali bertanya, "Mami,pantas nggak Neng pakai baju ini?" Saya bilang,Neng pakai baju apa saja juga tetep pantes.Setelah itu, Neng pamit karena ada jannji dengan temannya nonton acara pemilihan model sampul majalah.Katanya ada group Java Jive.

Nah.....saat mau pergi,entah mengapa mobilnya susah hidup.Neng sempat ngomel," Uh,apa sih yang rusak?" Akhirnya mesin mobil itu menyala juga.Tapi Neng seperti nggan berangkat.Malah dia memanggilku."Tunggu apalagi Neng.Pergi saja.Tapi hati hati dijalan,jangan ngantuk." pesan saya.Oh iya,sebelum benar benar berangkat,Neng sempat meminta maaf." Mami,maafin Neng yah.Selama ini Neng banyak bohong sama Mami.Bilang mau syuting,padahal maen.Bilang mau pemotretan padahal jalan jalan,"Katanya. " Gimana mau masuk Syurga atuh,kalau Neng banyak dosa sama mamih mah."Goda saya.Sempat pula dia bilang,bahwa dia gak bakalan keluar malam lagi setelah saya tegur.Dia bilang,ini adalah "acara keluar malam" nya yang terakhir.

Esoknya.....Minggu 19 Maret 1995,saya menunggu Neng.Soalnya dia janji hari itu mau mengajak saya jalan jalan ke kebun raya Bogor,sekalian mau main ke rumah Nia Zulkarnaen untuk mengucapkan bela sungkawa.Tapi sampai jam 06.00,dia belum juga datang.Tak lama kemudian telepon berbunyi,dan datanglah kabar duka itu.........

Neng kini sudah saya ikhlaskan walau pun terlalu cepat dia pergi.Saya sadar,ini sudah kehendak-Nya.Saya ucapkan terima kasih pada mereka yang sudah membantu kami selama ini,maupun yang menyampaikan bela sungkawanya,kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.
Terima kasih juga kepada beberapa gadis yang datang ke rumah kami dan meminta kami mengangkat mereka sebagai anak,menggantikan Neng.Hanya saja,saya belum berfikir sejauh itu,nanti sajalah.Sebab bagiku,tak seorang pun mampu menggantikan kedudukan Neng dihati kami.

MENYOAL KEBANGKITAN ARWAH NIKE ARDILLA

BIARLAH NIKE MENGALAH19 Maret 1995

19 Maret 1995
Genio biru metalik itu, Ke......
Pagar tembok itu,Ke.......
membawa kamu pergi
jauuuuuuuuuuuuh......sekali....

Kita semua sayang kamu,Ke. Suer...
Ingat nggak kakek tua yang pernah bawa
5 ikat kanggkung ke rumahmu?
Dia juga pasti kehilangan.............

Menyanyilah dengan damai
sesuai dengan isi hatimu
di studio keabadian
Jangan meratap lagi ya...Ke...

Pengirim: ????

Awal th 93 ini (critanya balik lagi ke taon 93)mungkin saat "mengalah"buat Nike Ardilla.
Klop dengan album terbarunya yang berjudul "biarlah aku mengalah".
Pertama,cewek ayu ini harus mengalah kepada
anjuran dokter yang memeriksanya.
"Kata dokter saya sakit darah rendah."tutur Nike.
Demi mematuhi anjuran sang dokter,Nike pun rela beristrirahat total,
hingga sederet acara promosi album baru pun
terpaksa tertunda.

Kedua, lantaran menderita darah rendah itu pula,Nike musti "mengalah"
kalo ada pendatang baru.
"Sekalian Nike mundur sebentar,biar penggemar nggak pada bosan.Juga ngasih kesempatan buat pendatang baru buat ngorbit,"kata si Neng ini.

Ketiga, ia dikabarkan akan membuat biografi.
"Ih Nike nggak tahu apa tentang biografi itu," tukasnya rada bingung.Karena Nike sendiri ga ngerti apa arti biografi itu sendiri. Iyalah,Nike mungkin harus "mengalah" dulu kepada Nicky Astria,seniornya yang biografinya
akan segera beredar dalam waktu dekat ini.



PUISI DARI FANS

Beberapa orang penggemar Nike Ardilla mengaku telah didatangi oleh arwah penyanyi itu setelah kematiannya........


Benarkah Nike Ardilla,penyanyi top itu telah bangkit sebagai arwah penasaran? Berita ini memang selayaknya jangan dipercaya. Meskipun begitu,beberapa orang penggemar fanatisnya mengaku telah ditemui Nike atau bertemu dengan penyanyi top itu pada malam malam tertentu setelah kepergiannya.Bahkan beberapa diantara mereka secara khusus datang menjiarahi makam Nike setelah mengalami kejadian aneh bertemu dengan arwah penyanyi itu.

"Memang,ada yang mengaku telah bertemu Nike,"aku ayah Nike saat dikonfirmasi Misteri beberapa waktu yang silam.
Agaknya,soal kebangkitan arwah Nike ini memang menjadi berita yang cukup merebak.Bahkan paranormal muda Sugeng Hariyadi (sayang sekali,gw ga bisa nampilin pic nya...coz hasil potocopy artikel ini dah sangat burem,jd tdk memungkinkan untuk scan pic nya dia) sendiri mengaku telah beberapa kali berkomunikasi dengan arwah penyanyi top itu.Dan sebagai penggemar fanatiknya ia pun mengaku telah bertemu dengan arwah Nike ( jangan percaya!! kemungkinan itu jin yg ngaku2 Nike!)

"Saya tidak bermaksud membuat sensasi,tapi ini memang kenyataan,"aku paranormal yang dikenal juga sebagai pengusaha jamu tradisional ini.
Diakui olehnya,bahwa ia sendiri adalah termasuk salah seorang penggemar berat Nike Ardilla.Bahkan ia mengaku,tidak pernah melewatkan satupun album Nike,yang baginya memang cukup enak untuk didengar.
"Nike memamng mempunyai suara yang sangat khas,dan sangat sulit untuk dilupakan,"katanya.

Menyoal kebangkitan arwah Nike ini,Sugeng Hariyadi sudah tentu memandangnya dari sudut keparanormalan.Dikatakan bila banyak penggemar Nike mengaku telah didatangi arwah Nike,termasuk dirinya,maka sesuatu itu dianggap hal yang wajar.
"Rasa cinta yang berlebihan terhadap almarhumah,ditambah dengan kerinduan yang sangat mendalam setelah kepergiannya yang mendadak itu,bisa jadi telah menjadi halusinasi dalam pikiran orang orang yang memang sangat menyukainya," kilah Sugeng berdiplomasi.

Proses kematian Nike yang tidak wajar (wajar saja kok...namanya juga taqdir),demikian tambah Sugeng,secara keparanormalan memang sangat memungkinkan menciptakan isyu yang kurang enak.Proses kematian seperti Nike itu bisa disebut sebagai mati penasaran (Adduh!!! bisa bisanya yah ngomong spt itu?),mengingat pada dasarnya saat kematian Nike belum tiba pada waktu yang sebenarnya. ( kok bisa?...yg jelas udah waktunya.Garis hidup manusia udah dituliskan semenjak masih dalam kandungan.Kalo memang belum waktunya trs hidup lagi,itu namanya mati suri.Yang jelas Nike sdh waktunya meninggal dengan cara tabrakan,dan org yg sdh meninggal tdk mungkin nongol lagi dan ngisengin org yg msh idup....Mbah dukun ini ada ada aja agh!)
"Banyak org meninggal dengan proses yang tidak alamiah,kemudian diisyukan arwahnya gentayangan.Ini memang fenomena yang tidak bisa dicegah dalam kehidupan masyarakat kita," teagasnya.

Agaknya meski tidak teruji kebenarannya,persoalan kebangkitan arwah Nike ini memang tidak perlu dibesar besarkan,apalagi dijadikan berita sensasiaonal.Banyak kasus kasus kematian orang besar dan terkenal di dunia ini,yang kemudian diisyukan menjelma menjadi arwah gentayangan.Bahkan,di Inggris (Inggris githu lho!!) hal ini sudah dianggap sebagai fenomena yang lumrah dan tak perlu dianggap sebagai hal yang sitimewa.Hampir semua cerita cerita hantu di Inggris mengisahkan tentang kebangkitan roh seorang bangsawan dari keluarga kerajaan atau artis artis terkemuka.

Sementara itu,pada bagian lain,Sugeng Hariyadi menilai,agar arwah Nike menjadi tenang di alam sana,sebagai paranormal ia mengharapkan agar jangan ada pihak pihak tertentu yang terus mengeksplotir ketenaran nama Nike untuk keuntungan pribadi. (Satuju pisan!! Noh...Dike Ardilla dengerin tuh.)
Lebih jauh,Sugeng juga mengaku sangat kecewa dengan adanya berbagai gangguan pada apa apa yang ditinggalkan Nike sebagai sumbangsihnya bagi kemanusiaan.
"Seharusnya semua itu bisa dipelihara dengan baik,sebagai salah satu jembatan bagi Nike untuk mencapai ketenangan di alam sana," tandasnya.

Ya, semoga saja Nike kini telah menemukan ketenangan di alam sana.Dan Nike bisa tersenyum bahagia melihat semua jerih payahnya telah bermanfaat bagi mereka yang membutuhkannya.


Sumber: Majalah Misteri

Nike Ardilla,lady pop Rock


PUISI dari Fans
---------------------------


"SUARA HATI"

Sebutir airmataku yang jatuh di pagi itu
Adalah biasan dari luka hatiku yang parah
Tiada tempat bagiku mengadu dan merindu
Karena di hatiku sudahpun sakit dan merintih

Namun kami tak bisa lari dari Illahirobbi yang Esa
Mulai hari ini aku berjanji takkan lagi...
Kuteteskan butir air mata
Karena kau.....tak butuhkan semuanya itu
Kini kau sudah tiada dia alam fana ini
Dan....beribu Nike Ardillla bermunculan...
Tapi percayalah,kau tetap dalam kenanganku sampai akhir hayatku
Entahlah mengapa rasa ini ada padaku
Padahal aku bukan apamu
Kini kau jadi teman setiaku
Gambarmu dalam kujadikan rinduan
Lagumu kujadikan kawan bicara dikala sepi
Alamatmu mengingatkanku pada bunda
Cara hidupmu ku contoh
Kehebatanmu akan ku ingat selalu
Ya...inilah hati dan perasaanku..........

Selamat jalan pujaanku
Selamat jalan kekasihku
Selamat jalan saudaraku
Selamat jalan Nike Ardilla ku
Biarlah aku tetap setia walau janji bukan teman sejati dari kami



Cewe kece bersuara tipis melengking ini mulai mendapat perhatian rock fans.Lagu "Seberkas Sinar" dan "Bintang kehidupan" menempatkannya di deret Lady Rockers potensial.Nike Ardilla nama cewek itu.Lugu dan Lucu.


Rockers itu suka nyentrik! Ada yang pakai jaket kulit,sarung tangan,ada yang pakai ikat kepala,topi dan setumpuk asesories,untuk identitasnya.Kenyentrikan rocker biasanya jadi trend dikalangan fans mereka.Namun di sebuah rumah yang teduh dikelilingi kolam pemancingan ikan dan agak "ngumpet" dari jalan Soekarno-Hatta Bandung,bayangan itu pupus seketika.Gadis yang kita hadapi ini masih imut dan ceplas ceplos omongannya.
Nike masih mengaku bingung,apakah ia termasuk rocker atau bukan.Tapi Nike mengaku suka musik pop rock.Yang pasti saat pertama naik panggung di Sumedang tahun 1985 bersama Yossie Lucky,Nike yang masih kelas 5 SD cuma membawakan lagu anak anak pada acara pop rock itu,penonton terpesona.

"Saat itu tidak ada perasaan apa apa.Kata orang,pertama naik panggung suka demam panggung.Justru saya setelah turun panggung,baru merasakan demamnya.Apa sih yang telah saya perbuat tadi,"kata Nike terus terang.

Kalo ia kepincut rock,pasalnya karena jenis irama ini tidak dilarang di Indonesia.Ia sendiri tak tahu apa yang akan dikerjakannya,seandainya jenis musik ini dilarang? "Nggak tahu ah.Itu pertanyaan sulit dijawab.Nanyanya yang gampang,jangan sulit gitu atuh," kilahnya seraya menawarkan minum teh yang telah tersedia.

Sebagai rocker modalnya suara dan penampilan.Tanpa suara yang pas,Nike merasa sulit melakukan improvisasi.Sulit meghayati."Kalau sudah begini,kita sulit memberikan yang terbaik buat penonton,"katanya.
Sedangkan penampilan tentu berkaitan erat dengan baju,celana,sepatu,dan asesories juga aksi panggung. "Penampilan itu harus pas.Jangan terlalu berlebihan.Biasa biasa aja,"kata Nike.Namun Nike mengakui,ia sendiri jarang mempunyai kekhasan dalam penampilan kostum,sepatu,atau asesories. "Apa yang khas dalam diri saya?Rambut saja baru dipotong tuh.Nggak ada yang khas.Barangkali saya cuma mengandalkan suara aja yang khas,"akunya lagi.
Kendati begitu,Nike suka mengikuti trend,itu pun kalo lagi mau. Bahkan mode yang diinginnya di majalah akan dicari terus sampai berhasil.Biasanya modenya yang serasi dan kena di hati Nike.Cuma malasnya suka muncul....nah kalau sudah begini,Nike pun cuek saja.
Kalau sudah pas,maka penonton pun enak.Apalagi konser rock belakangan ini makin kenceng frekuensinya.Penonton pun makin kritis. "Masyarakat sekarang cenderung suka rock,suguhilah rock yang baik," tegas Nike.

Nike pun tak menyangka bakal secepat itu ia dapat meroket.Pelajar kelas 1F SMA BPI I Bandung ini kaget juga ketika dapat bonus saat album "Seberkas Sinar" meledak.Apalagi "Bintang Kehidupan" yang menggaet BASF Award tahun ini (1990). "Seakan mimpi,"katanya puitis.
Cuma ia sempat trenyuh saat manggung di Ancol Juli lalu (1990),begitu turun panggung diberi tahu panitia,ada penngemarnya yang meningal.Begitu juga saat di Cianjur (kota kelahiran cucup),Agustus lalu (1990).Akibatnya,kebiasaan lama muncul seketika.Selepas manggung,seringkali Nike deg deg an sambil berdoa agar tidak terjadi apa apa.

Cewek yang wajahnya mirip Paramitha Rusady dan bercita cita jadi peragawati,dokter,dan terakhir jadi wanita karier (segudang euy cita citanya?) tidak sepakat dengan pendapat rocker identik dengan mabuk.
"Minum dulu agar berani tampil dimuka umum,ini kebiasaan tak baik.Kalau mabuk,pasti acaranya bisa kacau.Padahal rockers itu musti energik.Harus prima.Kita tak bisa kontrol diri dalam keadaan mabuk.Lagian minum minum itu kan budaya barat,bukan budaya kita.Kenapa kita musti meniru yang tak sesuai dengan budaya kita?" tanyanya tanpa meminta jawaban.

Pernah Nike manggung secara palyback.Aksi panggunya tidak bebas,namun terpaksa cewek ini melakukannya karena pemain band belum siap."Apa boleh buat? Saya senang live show ketimbang playback," tutur Nike.Sayangnya Nike tidak mengatakan waktu manggung dimana.


Ganti Ganti Nama

Mulanya nama doi adalah Rd.Rara Nike Ratnadilla Kusnadi,terbilang ningrat karena bokapnya masih keturunan kerajaan Galuh di Ciamis,Jawa Barat yang bergelar Dipati Imbanagara Raden Karta Brata (yg jelas bukan Brama Kumbara Euy). Panggilan sehari harinya Neneng.

Ketika ia masuk ke musik,namanya diganti menjadi Nike Astrina,mirip rocker idolanya,Nicky Astria yang sama sama dari Bandung.Namun nama ini tidak membawa hokki.Segera saja dirubah menjadi Nike Ardilla.Justru nama baru ini membawanya ke puncak karier,meski menurutnya bukan faktor nama saja yang membuatnya sukses dan beken.
Putri bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Eddy Kusnadi dan Ning Siraj ini ternyata berbau bule juga.Neneknya masih keturunan Ny. Geesdorf yang berdarah Belanda.

Cewek yang suka makan udang,suka ngaji dan punya ukuran sepatu no 39 ini,ternyata sejak kecil suka dipotret. "Saya senang dipotret setiap bangun tidur pagi hari.Itu sebabnya waktu kecil saya ingin sekali jadi peragawati," tutur Nike yang mengaku berguru nyayi pada Iis Sugiarto,walaupun cuma lewat kaset.

Ketika hasrat nyanyinya meledak ledak,Nike segera kursus vokal pada Deddy Kantong,guru kesenian sebuah SMA di Bandung.Hasil berguru nyayi itu antara lain di tahun 1984 sudah mengantarnya menjadi juara pertama Lagu Pilihanku di TVRI.Kemudian menapak lagi jadi juara pertama dalam Festival Pop Singer se-Bandung tahun 1985.Dua tahun kemudian melorot cuman mentok di juara tiga di kejuaraan yang sama,namun pada saat yang sama,ia sabet juara Festival Musik Tiga Warna tingkat Jawa Barat di Bandung tahun 1987.Padahal waktu itu umurnya masih 12 tahun.Prestasi lainnya yaitu Juara Favorite Gadis Sampul 1990.

Sekolahnya pun tidak tertinggal.Masih dalam usia 14 tahunan ia sudah lulus dari SMP Negeri 30 Bandung,bahkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia nilai raportnya selalu delapan.
"Memang,setelah banyak show ini banyakpelajaran yang agak kececer,tapi saya kejar dengan menfotocopy pelajaran pada teman.Untung pihak sekolah ngasih dispensasi,sehingga saya pengen membuktikan bahwa karier bisa sejalan dengan sekolah.Lihat saja Oom Acil,Sam,Jaka,Albert,Purwacaraka,de el el,kan bisa sukses dalam pendidikan dan kariernta," akunya.

Di dunia film,Nike tampil selintas dalam film "KASMARAN" karya Slamet Raharjo dan dalam film "GADIS FOTO MODEL".Tapi dalam Film "RICKY,NAKALNYA ANAK MUDA",cewek kece ini sudah mendapatkan peran utama.Kini Nike bersibuk ria dalam film yang diangkat dari novel laris Hilman berjudul "LUPUS 4" ,"Saya ingin serius di film.Saya ingin seperti Dewi Yull atau Crhistine Hakim," ujarnya dengan mimik serius.


Tentang pacar? Nike menggeleng. "Kalau cowok idola,kalau bisa sih yang seperti papih,"jawabnya.Syarat lainnya? "Kalau bisa.....tinggi gede,nngak perokok,dan bukan cowok pendiam,"jawabnya. "Tapi rada kecil ya nggak apa apa,asal lucu!! " cetus Nike masih tentang pacar idamannya.

Sumber:Majalah Kawanku tahun 1990

Nike Ardilla,takut ciuman takut hamil



Inilah potret artis cantik,popular,berprestasi,tapi masih ingusan dipanggung kehidupan.Ia memang roket yang mengangkasa sebelum waktunya.Dalam posisi seperti ini,sanggupkan Nike Ardilla melewati atmosfir masa kanak kanaknya dengan aman?

Nike Ardilla adalah Rd.Rara Nike Ratnadilla,mojang Bandung yang sempat menjadi Nike Astrina karena penggemar berat Nicky Astria.Tapi sekarang,adakah yang sanggup menimbang mana yang lebih popular antara Nike dan Nicky? Sebab,toh keduanya memiliki prestasi yang hampir seimbang.Bahkan permintaan kaset dan permintaan panitia pertunjukan untuk mengadakan show bagi keduanya pun sama sama laris.

Para pengamat musik nampaknya lebih suka bersikap netral.Nike dan Nicky cenderung disebut sejajar.Tetapi Nike segera membantah. Itu terlalu berlebihan.Terus terang,saya masih berada dibawah Teh Nicky."kata Nike.Dan memang,dalam sisi lain,Nike yang kini sangat akrab dengan Nicky,lebih memilih berada dalam posisi "adik" ketimbang teman sesama artis.Bahkan,ketika Nike dan Nicky plus artis lain--yang meraih BASF Award 1990--menikmati salah satu hadiah berupa "jalan jalan ke Eropa",adalah Nicky Astria yang dipercaya kedua orang tua Nike Ardilla untuk menjaga "sang adik".

Gadis yang 27 Desember 1990 ( ceritanya ini masih taon 1990) genap 15 tahun ini,memang sudah menjadi milik masyarakat.Makanya,sudah ribuan surat yang mengalir ke rumahnya.Ratusan diantaranya datang dari cowok yang menawarkan semerbak cinta remaja,yang memang belum dikenal Nike.
Padahal sebagai artis yang berpenampilan fisik dewasa,ia memang bongsor,Nike yang cantik ini juga bisa sexy.

Karena itu,mungkin tak sedikit orang yang tak percaya,bahwa baru belakangan ini Nike tahu:"Ternyata ciuman itu tidak membuat perempuan jadi hamil." Sebelumnya,"Dulu saya kira ciuman itu bisa membuat hamil,habis kata teman begitu sih....." ungkap Nike lugu.

Maka agak perlu waktu ketika dalam film Ricky,Nakalnya Anak Muda ia harus melakukan adegan ciuman.Dan benar,lewat film inilah Nike untuk pertama kalinya melakukan adegan berciuman.Hasilnya?Ternyata adegan itu berjalan sangat mulus.Tak ada pengulangan sama sekali!! Padahal tadinya Nike sempat keukeuh menolak."Habis gimana yah,pacar saja belum...masa orang lain yang mendahului..."kilah Nike.Dan setelah adegan ini kelar,tahu apa komentar Nike?....."Wah,ini mah bisa ketagihan kali ya....hihihihi...,"selorohnya.


dalam posisi spt ini,sanggupkan nike melewati atmosfir keremajaannya dg aman?



Sumber: Majalah Popular edisi Desember 1990

buat jera para pencuri hp!.tips aja


>Akhir-akhir ini sering terjadi pencurian HP, baik ditempat-tempat umum,dilampu merah perempatan jalan (denganmemaksa!),di halte, bis, didalam kendaraan umum dan lain-lain. > > > >Setiap HP memiliki 15 digit serial number yang unique (IMEI), artinya : tidak mungkin sama dengan HP lainya. Untuk mencatat nomor ini, pencet di HP anda. > > > >X Pertama tekan : * # 0 6 # > >X Lalu tekan : tanda panah (arrow) / ok > >X Selanjutnya : Pada layar akan tampil 15 digit kode. > >X Catat nomor ini dan simpan di tempat yang aman. > > Jangan simpan di dompet,lebih baik ditinggalkan di rumah atau kantor yang kira2 menurut anda aman... > > > >Apabila HP anda dicuri, hubungi operator kartu SIM anda dan beritahukan kode ini. Mereka akan dapat melakukan blocking sehingga HP tersebut tidak dapat digunakan sama sekali walaupun ditukar kartunya karena yang di block adalah HP nya dan bukan nomor panggilan HP > > > >Kemungkinan besar memang HP anda tidak akan kembali lagi....Namun paling tidak orang jahat juga sama sekali tidak bisa menggunakannya (biar nggak keenakan). Sehingga kalau semua (atau sebagian besar) HP - HP yang dicuri tidak bisa berfungsi, maka dipasar gelap harganya akan jatuh,dan diharapkan trend pencurian HP sudah nggak mode lagi...^^ > > > >TOLONG DISEBARLUASKAN > >Terima Kasih SebeLumnya

Nike di MetroTV


MetroTV


Konon punya cerita nih.., kalo nggak salah Nike katanya mo masuk The Legendnya MetroTV yang kata tiap hari Selasa, pukul 20.30 WIB.




Biarpun belum dapat dipastikan, tapi katanya lagi proses syuting gitu dah. Ini info dari temen nya temen gue lho yang (katanya) kerja di MetroTV. Jadi kalo andainya itu nggak benerr, jgn pada marah yaaaa...
Ato gak untuk lebih jelasnya mendingan kita telpon MetroTV aja untuk jelasnya.
No nya :021- 58300077/33.

Kalo ternyata nggak bener, ya sekalian aja minta buat di masukin.
Hehehe..., makin banyak permintaan kan makin besar kemungkinan untuk terwujud. TuL gak!?
Ayo...ayo.., pd nelpon dah semua

Dhani Dewa ArdiLLa


Percaya nggak kalian, bahwa seorang Dhani 'Dewa' (pentolan Dewa) bahwa dia tuh dulu nya pengeeen banget ngetop and berharap mimpinya bisa jadi kenyataan bahwa suatu saat dia bisa jadi dan membentuk band yang ngeTOP di Indonesia.
Di tengah khayalan nya itu.., konon dia sering bermimpi artis-artis Indonesia. Dan bagi nya mungkin ini firasat kalo dia emang bakal bisa tenar dengan band nya tersebut. Diantara artis-artis yang dimimpikannya, di akui nya sendiri kemarin sore (24 April 05) di tayangan Infotainment Kasak Kusuk (SCTV), bahwa dia pun pernah memimpikan Nike ArdiLLa....




Hayooo.., pada nonton nggak??

Ibunda Nike":Menyebar bau melati..."

Meriahnya acara peringatan 10 tahun meninggalnya Nike Ardilla, membuat Nining Siraj, ibunda Nike terharu. Ia tak membayangkan, acara ini akan dihadiri begitu banyak penggemar anak bungsunya. "Saya bersyukur, Nike masih dikenang sama anak-anak."

Meski sudah 10 tahun ditinggal putri kesayangannya, Nining merasa Nike masih ada. "Setiap mendengar mobil datang, saya selalu terbangun dan menyangka Nike pulang," jelas Nining yang selalu membuat pengajian sederhana di rumahnya malam sebelum hari meninggalnya Nike. "Di tengah pengajian itu suka tercium wangi parfum kesukaan Nike, melati," ungkap Nining yang sekarang hidup menjanda setelah sang suami, R. Eddy Kusnadi meninggal 25 Oktober 1997 lalu dan dimakamkan tepat disebelah makam Nike.

Meski tak ada selebritis yang datang di acara 10 tahun meninggalnya Nike, Nining tak kecewa. "Melly Goeslaw berhalangan hadir, Mel Shandy sedang ada show, sementara Nafa Urbach katanya sedang sakit," ungkapnya.

Fans Makasar akan gelar Bazaar

Takdir memang sangat mengidolakan Nike. Bahkan, rumah makan miliknya diberi nama Nike Ardilla. "Menunya juga dise suaikan dengan judul lagu Nike. Ada Ayam Panggang Nyalakan Api, Sate Ayam Seberkas Sinar dan Jus Jeruk Cinta Diantara Kita," cerita Takdir semangat.

Di rumah makan tersebut juga dipajang koleksi yang bergambar Nike. "Saya punya ratusan foto dan berbagai jenis pernak-pernik," ungkap pemuda yang juga merangkap sebagai ketua NAFC Makasar ini. "Anggotanya ada 700 orang, lo."

Bahkan Takdir juga punya rencana mengadakan bazar amal dan lomba karaoke di kotanya. "Keuntungannya akan disumbangkan ke Yayasan Nike Ardilla," ujar Takdir seraya menambahkan setiap hari kelahiran Nike selalu dirayakan meriah olah para Nikers, sebutan penggemar Nike dari Makassar. "Kami selalu menyiapkan kue tart. Lalu sama-sama menyanyikan lagu ulang tahun."







Tak terasa, 10 tahun sudah Nike Ardilla meninggal. Momen ini lantas dipakai sarana reuni para penggemarnya. Ratusan penggemar Nike pun tumplek blek di makam maupun museum penyanyi Bintang Kehidupan ini.

Sebenarnya, hampir tiap tahun, tepatnya saat tanggal kematian Nike Ardilla, selalu ada peringatan untuk mengenang Keukeu, panggilan Nike. Tapi kali ini berbeda. Maklum, ini peringatan satu dasa warsa. "Acara ini juga menjadi reuni Nike Ardila Fans Club (NAFC) se Indonesia. Tapi yang lebih penting, Nike Ardilla tetap akan dikenang," jelas Emma Amrin, ketua Nike Ardila Fans Club (NAFC) Jakarta yang menggagas ide acara ini.

Rencana tersebut lantas dimantangkan lewat rapat kecil bersama Alan Yudi (34) dan Deden Sonny (37) di museum Nike Ardila di Kompleks Arya Graha, Bandung. Kesepakatan pun dibuat. Pihak keluarga yang sebenarnya akan membuat doa bersama, menyerahkan kepada NAFC.

Emma menambahkan, ada sekitar 200 anggota NAFC Jakarta yang ikut ziarah. Rombongan tiga bus ini berangkat Jumat (19/3) tengah malam dan tiba di Bandung, Sabtu (19/3) subuh.
NAFC Tangerang dan Bandung. Sementara puluhan fans lain dari berbagai penjuru Indonesia juga bergabung dengan rombongan besar ini. Mereka berdoa bersama di pusara pujaannya.

Selain dari Jakarta, Bandung, dan Tangerang, juga ada fans Nike yang datang dari Makassar. Mereka adalah kakak beradik, Muhammad Takdir (27) dan Emil Husein (23). "Dari Makassar kami naik pesawat ke Surabaya, lalu disambung kereta ke Bandung," ungkap Takdir yang sudah dua kali mengujungi makam Nike.

Mengenang NA


Jenuh aku mendengar manisnya kata cinta
Lebih baik begini
Bukannya sekali seringku mencoba
Namun ku gagal lagi
Mungkin nasib ini suratan tangan MU
Harus tabah menjalani

Itulah cuplikan lagu dari album mendiang Nike Ardilla yang popular di awal tahun 90-an. Di saat karirnya sedang memuncak di usianya yang masih belia Nike harus pergi meninggalkan kita. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarganya yang ditinggalkan, para penggemarnya pun merasa sangat kehilangan Nike. �Semasa hidupnya neng Nike sangat peduli terhadap orang-orang miskin,� ujar seorang warga.

Dalam mengenang 10 tahun meninggalnya Nike Ardilla yang berlangsung di Imbanagara, Ciamis Sabtu (19/3) lebih dari 1.000 orang para fans turut hadir. Mereka datang dari berbagai daerah antara lain dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Yogyakarta, Makassar dan kota-kota lainnya. �Alhamdulillah, walaupun anak saya sudah pergi, tapi kecintaan mereka masih besar,� tutur Hj. Nining saat ditemui di rumahnya.

Setiap harinya banyak para penggemar yang datang untuk zarah ke makam Nike terutama hari Minggu atau hari libur. Biasanya mereka yang mau atau baru pulang kampung, seperti dari daerah Cirebon Jogja mereka selalu mampir dulu ke makam Nike dan silaturahmi ke Mamih panggilan fans ke Hj. Nining yang juga ibunda Nike Ardilla.

Dewi yang tergabung dengan Nike Ardilla Fans Club (NAFC) Bandung saat diminta komentarnya mengatakan mengagumi Nike sejak duduk dibangku SMP. �Walau saya nggak kenal secara langsung dengan Nike, tapi kecintaan saya terhadap Nike sangat besar sampai-sampai kamar saya penuh dengan poster Nike Ardilla,� ungkapnya sambil tersenyum.

Melly Goeslaw lewat SMS-nya yang mengatakan, �Nike itu adalah sosok seorang sahabat yang menyenangkan murah hati dan tidak sombong. Dia juga sebagai anak yang tahu persisi bagaimana cara berterima kasih pada orang tua dan orang-orang yang mencintai. Dia juga sebagai artis yang punya bakat dan kemampuan yang jarang dimiliki artis lain. Kharismanya sangat besar karena hatinya penuh akal budi dan penuh kasih sayang.�

Selain para penggemar yang datang, hadir pula beberapa artis diantaranya Deddy Dores yang mengorbitkan Nike Ardilla, Nia Nathalia dan Tiara. Bahkan Deddy Dores sengaja menciptakan lagu untuk mengenang 10 tahun Nike Ardilla yang mana bulan depan lagu ini akan beredar. Judul lagu tersebut adalah Seandainya Kau Masih Ada

. �Lagu Nike selalu abadi di hati kita semua, biarlah lagu lagu nike menjadi lagunya Nike Ardilla sendiri dan itu akan menjadikan abadi. Kalaupun nanti saya mengorbitkan artis lain mungkin dengan warna yang lain bukan dengan warna Nike Ardilla,� ujar Deddy Dores di sela acara.

Banyak hal yang membuat fans Nike semakin mencintainya diantaranya dia itu punya jiwa sosial, dia itu cantik dan masih muda, suaranya lembut dan kalem dalam membawakan lagu. �Saya suka banget sama Nike dari segalanya, dimata saya dia itu sosok perempuan yang sangat sempurna.� Ujar Ema Amrin yang juga ketua NAFC Jakarta. Sementara itu ketua NAFC Bandung Ema Iteung mengatakan dirinya sempat histeris saat mendengar kematian artis pujaannya. Sejak kematiannya tanggal 19 Maret 1995 selama 40 hari dia selalu hadir di rumah Nike seolah-olah masih belum percaya atas kematiannya.

Dimata fans Nike adalah selebritis yang sangat-sangat sempurna dan hingga kini mereka tidak akan bisa mendapat lagi penggantinya. �Walaupun ada penyanyi yang mirip Nike, kesedihan saya tak kan bisa terobati.� Ujar salah seorang fans yang mengaku sengaja datang dari Makasar.

Selain itu hadir pula salah satu kelompok motor dari Ciamis yang menamakan Mio Ladies Club, dimana hampir semua pengendaranya perempuan.�Kami datang kesini karena kami salah satu penggemar Nike.� Ujar ketua MLC Irra Vienca

Nike memang meninggalkan nama yang harum dan sampai kini banyak orang mendapat rezeki dari Nike. Salah satunya Imran seorang pelukis asal Bandung. Dalam mengenang 10 tahun meninggalnya Nike dia membuat lukisan Nike Ardilla sebanyak 50 buah dan semua itu habis terjual hanya dalam waktu 3 hari, dengan harga rata-rata Rp. 75.000 per buah. �Lukisan saya yang paling banyak dipesan ya lukisannya Nike Ardilla,� katanya.

Warga sekitar makam pun ikut kebagian rezeki banyak di antaranya yang menjual kaos, foto-foto dan juga poster Nike Ardilla. Dan semuanya habis dibeli oleh fans-fansnya Nike. Untuk kaos dijual Rp. 50.000, foto dijual Rp. 15 ribu � Rp. 20 ribu dan untuk postersnya dijual 30 ribu rupiah. Tak heran jika para fans belanja sepuasnya, bahkan ada yang sampai mengabiskan uang Rp. 2,5 juta. �Semua ini demi cinta saya terhadap Nike,� ujar salah seorang fans warga Surabaya ini.

Kini Nike sudah pergi meninggalkan kita semua. Semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosanya memberi tempat terbaik di sisi-Nya....Amien...

Peringatan kepergian NA


Sekitar 2.000 ribuan penggemar Nike Ardilla, Sabtu (19/3) kemarin yang bertepatan dengan sepuluh tahun meningalnya Nike, lebih dari 2.000 fans dari berbagai daerah tumplek di kediaman Ny. Nining di Imbanagara, Ciamis, orang tua Nike. Diantara mereka ada yang dari Palembang, Jambi, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Cirebon, Makassar, Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga dari Madura.

Selain untuk doa bersama, para penggemar yang datang ke Ciamis ini juga ziarah ke makam Nike Ardilla di kompleks pemakaman keluarga daerah Cidudu, Imbanagara, Ciamis. Di depan makam ini, ribuan penggemar berdoa sekaligus mendengarkan siraman rohani dari H. Uun, tokoh agama setempat.

Prosesi acara peringatan kematian Nike (saat itu usia 19 tahun) ini dimulai di Bandung, Sabtu dini hari di lokasi kejadian. Acaranya, yaitu renungan yang dipimpin keluarga Nike dan panitia Nike Ardilla Fans Club (FANC). Setelah itu, para penggemar menuju ke Imbanagara, Ciamis tempat keluarga Nike berada.

Dari kediaman ini, sekira pukul 11.00 WIB, ribuan orang ini menuju ke makam untuk doa bersama. Sejumlah penggemar di makam ini tampak tak mampu untuk membendung air matanya. "Kalau sudah begini, saya sedih sekali, kenapa Nike dipanggil begitu cepat oleh Yang Kuasa," ungkap Ny. Ana asal Jakarta yang datang ke Ciamis bersama anaknya untuk ikut acara mengenang 10 tahun meninggalnya Nike.

Usai acara di makam, para NAFC ini kembali ke Kafe Nada, untuk acara doa bersama kembali, lalu tukar pengalaman di antara penggemar, dan hiburan mengenang almarhum. Hadir dalam kesempatan itu, artis Deddy Dores, Tiara, Lia Natalia, dan lainnya. Seperti Tiara, sempat menyanyikan lagunya Nike "Bintang Kehidupan" dan "Berkas Sinar". Saat lagu-lagu itu dilantunkan oleh para artis, para penggemar ikut bernyanyi bersama. Mereka benar-benar larut dalam lagu-lagu Nike yang sudah hafal di luar kepalanya.

Kendati Nike sudah pergi karena kecelakaan tunggal saat sedan Honda Genio D-27-AK menabrak pagar, setelah naik ke trotoar di Jln. RE Martadinata, Bandung, pada tanggal 19 Maret 1995 lalu, namun kharismanya tidak pernah padam. Di mata Nike Ardilla Fans Club (NAFC), penyanyi yang melejit lewat lagu "Bintang Kehidupan" itu, sosok pujuaan tak bisa tergantikan. Buktinya, ribuan fans-nya hadir dalam acara memperingati 10 tahun kepergiannya.

Ratusan Penggemar NA gelar Renungan




Nama penyanyi asal Bandung Nike Ardilla ternyata masih membekas dalam di banyak penggemarnya. Ratusan orang yang tergabung di Nike Ardilla Fans Club, menggelar renungan di lokasi kecelakaan Nike Ardilla mulai pukul 04:30 pagi.

Awal tahun 90-an publik musik Indonesia pasti tidak asing dengan wanita bernama Nike Ardilla. Muncul dengan dukungan Deddy Dorres popularitas perempuan yang bernama panjang Nike Ratnadilla itu langsung melesat bak roket. Semua kaset dan tembang yang dinyanyikannya laris manis di pasaran. Selain sukses di tarik suara, gadis berambut pendek itu juga pernah menunjukkan kepiawaiannya berakting di film "Nakalnya Anak Muda" bersama aktor Ryan Hidayat (alm).

Sayang di tengah kepopulerannya itu nyawa Nike harus terenggut oleh sebuah kejadian yang tragis. Sepulang dari diskotik Polo Bandung, mobil Genio yang dikendarai oleh Nike dengan kecepatan tinggi menabrak tembok beton di jalan R.E Martadinata.

Benturan keras tersebut merenggut nyawa Nike yang ketika itu masih masih berusia 19 tahun. Untuk memperingati 10 tahun perginya Nike Ardilla ratusan penggemar menggelar kilas balik dan doa bersama. Perjalanan ratusan penggemar Nike yang berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung itu dimulai dari museum Nike Ardilla yang terletak di jalan Soekarno Hatta. Museum yang sering dijadikan tempat berkumpul Nike Ardilla Fans Club (NAFC) itu menyimpan berbagai memorabilia Nike seperti baju-baju, album, foto, serta pintu mobil yang ketika itu dikendarai Nike pada saat kecelakaan.

"Kita sangat bangga akan segala prestasi dan bakat dari Nike Ardilla. Sampai sekarang kita masih menyimpang semua koleksi kaset dan berbagai barang-barang koleksi Nike Ardilla. Karena itu kita bikin acara peringatan ini," demikian Derin, salah satu panitia sekaligus penggemar berat Nike Ardilla.

Sekitar pukul 04:30 pagi rombongan yang menggunakan bus itu siap berangkat menuju lokasi kecelakaan Nike Ardilla yang terletak di jalan Riau (R.E Martadinata). Di tempat tersebut para penggemar melakukan renungan dan doa bersama.

Setelah menggelar renungan singkat, massa yang terdiri dari berbagai umur itu bergerak menuju Ciamis tempat bungsu dari 3 bersaudara tersebut dimakamkan. Disana digelar doa dan berbagai acara untuk memperingati kiprah dan kenangan pelantun tembang "Bintang Kehidupan" itu.

"Aku dulu koleksi semua klipingnya. Semua tabloid dan koran yang ada berita Nike pasti aku beli. Setelah dia Meninggal aku juga pernah berkunjung ke makamnya. Dulu hampir semua orang mengidolakan dia karena sifatnya yang ramah dan wajahnya yang cantik," ujar Tina dan Luki dua orang penggemar Nike Ardilla dari Jakarta yang tampak sangat antusias mengikuti acara.

Seberkas Sinar NA


Ia muda,serba bisa,penyantun,digemari.Takdir pun menyempurnakan sang "Bintang Kehidupan".Publik berduka.Kasetnya laku keras.

Kepergian Keke memang terasa menyentakan dan mengagetkan.Maklum,pengagum berat Marilyn Monroe itu meninggal saat ia berada di tengah perjalanan menuju puncak popularitas dan prestasi sebagai penyayi,model,dan bintang film-sinetron-iklan.

"Saya tak punya firasat apa apa.Tapi sehari sebelum kecelakaan,saya sudah mengingatkan Nike agar tidak membawa mobilnya ke Bandung,karena jalannya tidak stabil," ungkap Rani Noor,penyanyi dan salah seorang sahabat Nike,yang mengaku sempat memakai Honda Civic Genio berwarna biru metalik yang membawa nahas itu,sampai sabtu dini hari,sebelum akhirnya dibawa juga oleh Nike ke Bandung.

Lahir di Bandung,27 Desember 1975,anak bungsu pasangan Raden Eddy Kusnadi dan Ning Sirat itu diberi nama lengkap Raden Rara Nike Ratnadilla.
Ia memulai kariernya sejak berusia sembilan tahun,dan menjadi juara Harapan I lomba menyanyi tingkay Kota Madya Bandung.

Bakatnya mulai berkilat setelah Denny Sabri,yang dikenal sebagai penemu bakat baru,merekrutnya dalam trio "Denny's Angels" bersama Cut Irna dan Lady Avisha pada tahun 1987.Saat itu,Keke memakai nama panggung "Nike Astrina", yang merujuk pada nama Nicky Astria,penyayi Bandung yang ketika itu tengah meratui blantika music Rock.
Meski namanya belum berkibar,sutradara beken Slamet Rahardjo mengajak Keke bermain dalam Filmnya Kasmaran (1987)

Dua tahun kemudian,Keke melepas album solo perdananya,Seberkas Sinar,yang ditulis oleh Deddy Dores,sukses di pasaran.

Suara Keke yang pipih,mendayu,dan menghiba,rupanya klop benar dengan selera pasar."Padahal,terus terang saja...timbre vocal Nike yang sesungguhnya sangat dahsyat.Sayangnya,ia belum sempat memaksimalkan kelebihan itu pada lagu lagunya," kata Katon "KLA" Bagaskara.

Tahun 1990 agaknya merupakan tahun keemasan bagi penggemar warna cokelat dan hitam itu.Selain menelurkan hit Bintang Kehidupan dan terjual 400 ribu keping dan mengantarkan BASF Award pertama ke pangkuannya.Keke pun mulai melangkah ke dunia model.Paras manis dan sikap supel yang dimilikinya menyebabkan ia terpilih sebagai "Favorit Gadis Sampul 1990",versi majalah Gadis

Popularitas ternyata tak membuat kepekaan sosial Keke padam.Tahun itu juga,ia mendirikan Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara bagi anak anak cacat di Jalan Soekarno-Hatta,Bandung.Di yayasan yang kini menampung 80-an anak itu,Keke menjabat sebagai penyandang dana sekaligus Sekretaris Yayasan.
Media massa kemudian menetapkannya sebagai "Bintang 1990".
Untuk semua itu,ia harus mengorbankan sekolahnya.Jenjang SLA hanya dilaluinya selama satu semester,di SMA BPI I Bandung.

Tokh langkahnya di dunia seni kian tak terbendung.Setelah merebut BASF Awards kedua untuk album Nyalakan Api,dan penghargaan sebagai pendatang baru terbaik pada Asia Song Festival di Shanghai(1991).
Keke membuat sejumlah film bertema remaja,seperti Nakalnya Anak Muda,Gadis Foto Model,danOlga.Dunia sinetron juga dirambahnya.Antara lain ia bermain dalam Trauma Marissa dan Warisan

Namun,bak kata pepatah,"Semakin tinggi pohon,semakin kencang angin bertiup", begitulah kehidupan Keke akhir akhir ini.Berbagai suara sumbang menyangkut alkohol,obat terlarang,dan lesbianisme datang menerpanya silih berganti.

Tapi Keke,yang pernah bercita cita ingin maendirikan madrasah dan menunaikan ibadah umrah,tetap tegar."Saya ingin membuktikan bahwa saya masih bisa berkarya," katanya dengan mata berkaca kaca kepada GATRA,pada acara Anugrah HDX,Januari lalu.Ketika itu lagunya yang berjudul Biarkan Cintamu Berlalu berhasil meraih penghargaan Golden Cassette untuk penjualan diatas 250 ribu keping.

Kini.....sepekan setelah kepergiannya*sepekan zaman baheula*,penjualan kaset kasetnya yang terangkum dalam delapan album melonjak tajam!! Di negeri Jiran,malaysia,masyarakat di sana pun ikut berduka cita.Dan Kamis lalu *Kamis zaman Madangkara*,di sana,Nike mendapatkan penghargaan sebagai penyanyi asing terbaik kedua untuk lagunya,Duri Terlindung.Hetty Koes Endang dengan Hadirlah Kasih meraih predikat tertinggi.
Di malam pemberian anugrah yang penuh haru saat dipanjatkan doa bersama untuk Keke,kepada hadirin...Hetty Koes Endang menyatakan,"Kemenangan saya adalah kemenangan buat Nike". Selamat jalan,Keke

Allan&NAFC, kenang Nike.




Alan tercengang menyaksikan tingginya perhatian penggemar Nike Ardilla,meski penyanyi bersuara tinggi,serak,dan melengking ini sudah wafat 10 tahun silam.Malam tanggal 19 March 2005,menurut Alan yang tak lain adalah kaka kandung Nike,memang bertepatan 10 tahun mojang Bandung itu tutup usia.
tak mengherankan,jika makam Nike di Desa Imbanagara,30 km dari Ciamis,Jawa Barat dipadati org dari berbagai daerah.Mereka adalah anggota NIke Ardilla Fans Club yang ingin menyaksikan secara langsung peringatan itu.

Surat Yassin berkumandang disela sela isak tangis para penggemarnya.Acara tahlil di Pusara Nike adalah puncak dari peringatan 10 Tahun kematian Nike.

Bagi Alan,Nike adalah sosok adik yang baik.Alan mengaku pernah didatangi Nike di alam mimpi,3 tahun setelah Pelantun lagu lagu sendu itu wafat.Dalam mimpinya,Nike melarang Alan berenang terus di pantai."Entah kebetulan atau tidak,saya kemudian mendapat keturunan" kata lelaki berperawakan sedang ini mengenang.



ku rangkai doa.....mohon pada-Nya...semoga saja kau bahagia...lelap damai di sisi-Nya....

10 thn kepergian nike.


Ziarah, Renungan & Pengumpulan Dana


Tak terasa, sepuluh tahun sudah sejak kecelakaan mobil yang tragis merenggut nyawa Nike Ardilla, 19 Maret 1995 lalu. Saat itu, kepergian Nike yang begitu mendadak, mengejutkan semua orang, terutama keluarga dan fans fanatiknya. Maklum, selain amat belia (saat itu usianya belum genap 20 tahun, Red.), karir Lady Rocker sekaligus model dan bintang film ini kala itu sedang berada di puncak.

Namun apa mau dikata, umur memang rahasia Tuhan.


Tapi seperti yang disebutkan Majalah Asia Week dalam salah satu edisinya tentang Nike Ardilla, "In Dead She Soared". Ya, dalam kematiannya, Nike masih saja terus bersinar. Persis lagu Bintang Kehidupan yang melambungkan namanya. Buktinya, hingga 10 tahun berlalu, nama dan karya Nike masih saja di inget orang. Bahkan baru-baru ini suara Nike direkam kembali dalam sebuah album kompilasi keluaran Musica, yang didedikasikan untuk korban bencana tsunami di Aceh. **hebat uey!


Kini, dalam rangka memperingati 10 tahun kepergian Nike, kembali digelar acara Ziarah ke Makam Nike di Ciamis, sekaligus renungan di lokasi kecelakaan, JL.RE Martadinata, Bandung. Acara yang diprakarsai oleh Nike Ardilla Fans Club (NAFC) ini rencananya akan dilangsungkan persis pada tanggal dan jam yang sama, yaitu jam 06.00 pagi. "Setelah itu kami dan anggota NAFC akan ke museum Nike Ardilla juga. Selain anggota NAFC, kami juga mengundang beberapa artis yang dekat dengan almarhumah Nike, seperti Dik Doank, Melly Goeslow, Sylvana Herman, Nicky Astria, dan Ria Irawan" ujar Emma Amrin, ketua NAFC Jakarta, Selasa (1/3).

Lewat acara yang menurut Emma lebih mirip reunian anggota NAFC yang tersebar di seluruh Indonesia itu, diharapkan bisa terkumpul dana. "Dana itu akan kami berikan pada SLB Nike Ardilla. Belakangan ini SLB tersebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah atau sponsor lain yang dulunya sering membantu," ungkap wanita berambut pendek ini sambil bercerita terus tentang bertambahnya anggota NAFC setiap tahunnya. "Memang enggak terlalu banyak. Tapi saya bangga sekali. Ada lo, anggota yang saat Nike meninggal dia masih SD. Belakangan ini dia baru jadi anggota fans."

Saat ini lanjut Emma, total anggota NAFC mencapai ribuan orang. "Semua berasal dari berbagai latar belakang, suku, agama, dan negara. Ada lo, yang asli Amerika, Malaysia, maupun negara lain. Di Jakarta sendiri paling tidak ada sekitar 500 orang anggotanya," ujar Emma yang mengaku sering mengadakan halal bihalal bertepatan dengan peringatan ulang tahun Nike, 27 Desember. dekat, bahkan sudah seperti saudara sendiri."

Hal ini di'amin'ni oleh Ny. Nining Ningsihrat, ibunda Nike. "Fans Nike sampai sekarang masih suka datang ke rumah. Dari luar pulau juga banyak, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra. Kadang sampai menginap. Kemarin saja ada orang Jepang dan Malaysia yang datang," ujar Nining yang mengaku sangat terharu karena masih banyak yang ingat pada putrinya. "Ternyata banyak yang sayang sama Nike" ujarnya Nining yang mengaku SLB yang dulu didanai sang putri kini mulai kehilangan donatur.

Tentang rencana peringatan 10 tahun meninggalnya Nike, Nining mengaku sudah dikabari Emma sejak Desember 2004. "Kami sekeluarga setuju saja. Bahkan, rencana pengajian keluarga untuk Nike, akhirnya kami gabungkan dengan acara NAFC," ujar Nining yang masih merasa sedih setiap mengenang Nike. "Setiap mengadakan pengajian kecil untuk Nike, saya bahkan sering tercium wangi parfum kesukaannya. Wangi melati," ungkap Nining yang kini menjanda setelah ayah Nike, R.Eddy Kusnadi meninggal dunia 25 Oktober 1997. "Papinya sangat sayang sama Nike. Makanya makam mereka kami bikin sebelah-sebelahan". Edwin Yusman



Sumber : Star Blitz (Star Nova), No. 132/III. 3-9 Maret 2005

Music Plus

Buat yang pengen kasih masukan untuk album Nike di 10 tahun wafatnya ini. Yah..., kita kan bosen tuh ama album kompilasi Nike yang lagu nya itu-itu mulu', belon lagi cover nya yang asal-asalan.

Bisa telpon langsung ke MUSIC PLUS : (021) 6012700

Makanan kesukaan Nike





Pengen tau makanan kesukaan Nike Ardilla??



Selamat Mencoba!



Selamat Mencoba

Minggu, 28 Juni 2009

Nike haruz menipu diri


Menurut kepercayaan Tionghoa, penyayi muda yang memiliki aliran "slow rock" ini haruz dikwepangkan. Maksudnya diaku sebagai anak oleh tante atau neneknya. Ditengah itu, ia harus menjalani hidup dengan jalan menipu diri sendiri. Sejak kelahirannya, selalu mencul peristiwa yang membuat kecewa hatinya. Karena itulah ia harus menipu diri.

Contohnya, kalau ada orang yang bisa naik mobil, sementara ia hanya berjalan kaki, dia tidak boleh frustasi, dan harus berani membantah keingiannya sendiri. Misalnya dengan mengatakan "Enakan seperti saya, dengan tidak punya mobil maka saya tidak memiliki resiko menabrak dan membayar pajak." Kalau dia bisa berkata macam itu, berarti dia mampu menipu diri sendiri. Kalau dia mengikuti kata hatinya tapi tidak bisa memenuhinya, ia selalu merasa kecewa terus dan ini mengakibatkan selalu ada air mata.

Buat seorang wanita macam dia, harus hati-hati dengan masa remaja. Tidak boleh percaya dengan sembarang laki-laki yang mengatakan cinta kepadanya. Nomor satu kesuciannya

Tahun 1992, keadaan dirinya belum stabil. Karirnya masih dalam proses pertumbuhan. Ibarat roda, perputaran untuk sampai ke puncak, harus dilalui lewat berbagai proses.


Unsur: Kayu.
Kejayaan : Barat dan Utara.

puisi kita hari ini

kutunggu bintang kemarin malam
kiranya dia kan mau tunjukkan sinarnya yg terang
dan berbagi cerita dengannya lagi
namun semua hanya sia-sia


aku masih ingat saat aku coba menghitung bintang2 di langit
menunggu sinar terangnya di antara redup sang rembulan
dan ucapkan keinginanmu saat bintang jatuh itu menyapa hadirmu
dan malam ini tak seperti malam itu
semua sudah jauh berbeda
tinggal aku sendiri menghitung berapa banyak bintang yang tlah kita hitung dulu
ditemani kenangan lalu yg menghias memoriku
lalu kutanya pada hembusan bayu yg menemaniku
di penghujung tahun ini
akankah kulalui tanpa hadirmu lagi
dan aku harus meniup lilin seorang diri
pejamkan mata dan berdoa
"Tuhan......kabulkan semua permohonanku..."

Ulang Tayang SILET!

Yang pengen SILET NA di ulang tayang waktu tanggal 19 Maret kemaren, terutama bagi anak2 yang maren ini ngikut ziarah. Kita kan gak sempet nonton tuh..., pada sibuk mondar-mandir kan? bisa telpon ke INDIGO!.
Nomernya : (021) 75902151.

Semakin banyak permintaan.., tentunya semakin besar kemungkinan terwujud.

**thanks buat Lian atas informasi!
Oiya, gimana tuh poto? Mudah2-an ketemu deh.

berburu foto2 Nike!

Buat temen2 semua..., kalo kita nanti jadi ke Bandung, (kalo mau sih) jangan lupa pada beli foto Keke yuk!. Ntar bisa kita SCAN truz kita pajang deh di situz.., kita buru foto2 yang cakep2 (emang cakep semua kali)..., kalo per orang pada beli.. kan lumayan, buat nambah2 kolelleksi foto2 Nike kita di situz. Tul Gak?? :)


Sallam Manis :
Niker's mania.

Renungan 2

Dia penyanyi remaja asal Bandung. nama aslinya Rd.Rara Nike Ratnadila. di rumah dipanggil neneng. terkenal dengan nama Nike Ardila.

Tahun 90-an namanya meleset bagai meteor. lagu yang dinyanyikannya, bintang kehidupan, laku dimana-mana. konon terjual lebih 500 ribu copy.

Dia lalu merambah dunia film dan sinetron dan berhasil. Mass media pun lantas berujar: Sang bintang kehidupan benar-benar telah lahir.

Tak seorang jua menduga. kisah si neneng berujung tragis. di pagi subuh honda genio D 27 AK yang ditumpanginya menghujam keras tembok pagar rumah di pinggir jalan Martadinata.
Kabar duka meruyak ke seantero nusantara. Kerlip sang bintang kehidupan padam sudah. kematian sudah menjemputnya. justru diusia belia dan di puncak popularitasnya.

Begitulah, kematian tidak mengenal usia, waktu, jabatan atau apa pun. dia datang kapan saja dia mau datang, dan pergi kapan saja dia mau pergi. Karena itu tidak ada jalan lain: bersiaplah!

Melly Goeslow:"shock ditinggal Nike Ardilla"






Sudah 10 tahun ia berkarier dan Melly menandainya dengan peluncuran buku kumpulan cerpen serta film Tentang Dia. Dunia musik memang tak ada dalam bayangan Melly, meski bakatnya sudah terlihat sejak kecil. Ia lebih suka jadi pegawai bank. Belakangan, ibu dua anak ini pindah ke Jakarta dan tinggal bersama mendiang Nike Ardilla. "Dia sahabat sekaligus teman seperjuangan hidup di Jakarta." Tak heran jika Melly terus menangisi kerpegian Nike yang begitu mendadak. Berikut sepenggal perjalanan hidup dan karier Melly.

Awal 95 aku hijrah ke Jakarta, mengadu nasib. Aku pikir, daripada tidak kuliah dan luntang-lantung di Bandung, mending ke Jakarta. Selain itu, di Jakarta ada sahabatku, almarhumah Nike Ardila. Kebetulan rumah kami di Bandung bertetangga. Hubungan keluarga kami pun sangat dekat. Saking dekatnya, aku dikira salah satu putri mamanya Nike karena hidungku yang tidak terlalu mancung. Sebaliknya, Nike dikira orang anaknya Mama, karena bentuk hidungnya yang agak mancung.

Mama yang sudah mengenal Nike, memberi izin aku tinggal di Jakarta dan numpang di kontrakan Nike di Jalan Mangga, Pluit, Jakarta Utara. Nike waktu itu sudah jadi penyanyi tenar. Makanya aku jadi sering berkenalan dengan musisi kenamaan Jakarta, saat mengantar Nike nyanyi di berbagai tempat. Sampai akhirnya aku dapat tawaran nyanyi dari satu studio ke studio lainnya sebagai backing vokal. Sebut saja Godbless, Ita Purnamasari, dan Harvey Malaihollo dan dibayar Rp 1 juta. Sekitar Maret, aku diajak Katon Bagaskara menggantikan backing vokalnya yang berhalangan hadir. Ternyata, aku malah bertemu dengan additional player Katon, Anto Hoed Bersemi. Feelingku mengatakan, dia jodoh yang diberikan Tuhan. Setelah kenal dan pendekatan sekitar dua bulan, kami saling jatuh cinta.

Baru 2 bulan mengenal Anto, aku terpukul kehilangan Nike yang mengalami kecelakaan mobil sampai merenggut nyawanya. Aku benar-benar syok, tak menyangka bakal secepat itu kehilangan Nike. Aku ingat banget, dia punya kebiasaan suka mandi malam pakai air dingin. Bagiku, sosok Nike adalah sahabat yang posesif. Tapi aku sangat suka bergaul dengan Nike. Tiap kali aku kenalkan cowok padanya, Nike selalu bilang tak suka dan melarang aku bergaul dengan mereka. Saking posesifnya, pernah cowok yang aku taksir dia ikuti. Sampai akhirnya Nike berhasil menunjukkan bahwa lelaki itu tidak benar dan punya banyak pacar. Anehnya, ketika aku kenalkan Nike dengan Anto, dia enggak pernah melarangku pacaran dengannya. Hanya Anto yang enggak dia komentari. Justru, saat aku jalan dengan Anto, Nike yang selalu mengingatkan. "Udah telepon Anto, belum?" Pokoknya, Nike sangat perhatian dan setuju banget aku pacaran dengan Anto.

Malam sebelum dia meninggal, ada kejanggalan yang aku rasakan. Tanda-tanda ini, baru aku bisa baca setelah beberapa hari dia pergi. Malam itu, dia sempat kasih kabar lewat pager. Waktu itu, kan, belum bisa beli HP karena masih mahal. Nike cerita, mobilnya nabrak beberapa kali. Baik kesenggol tiang atau nabrak tembok. Saat itu, posisiku di Jakarta dan Nike di Bandung. Sebenarnya kami janjian sama-sama ke Bandung. Tiba-tiba, aku dapat pager yang meminta aku segera pulang ke Bandung. Mama tak sampai hati mengabarkan Nike telah meninggal dunia. Katanya, Nike kecelakaan lalu lintas. Setibanya di Bandung, aku baru dikabari. Wah, aku benar-benar syok. Antolah yang banyak membantu menyembuhkan luka batinku karena kehilangan Nike, sahabat sekaligus teman seperjuangan selama hidup di Jakarta.




sumber:Starnova

Selingan 2

Judul "Tidak?" pengarang Putu Wijaya pengantar Nirwan Dewanto isi 278 hal. penerbit Pabelan Jayakarta, 1999 Seperti biasa Putu selalu membuat kejutan. Namun kejutannya kali ini membuat para pembaca bertanya-tanya, siapakah yang hendak disergapnya sebagai pembaca?

Pertanyaan ini jelas mengusik karena dalam buku ini kelihatan sekali pengarang ingin merangkul masyarakat pembaca anak muda yang akrab dengan apa yang disebut novel populer. Pemilihan bahasa prokem yang lugas, masalah anak muda dan sosial yang menggelitik semuanya disajikan dengan baik ke dalam kumpulan cerpen terbaru Putu. Dengan santainya Putu mengangkat problem anak muda dan tokoh-tokoh cerpennya yang kemudian menjadi sosok karikatural. Misalnya dalam cerpen berjudul Nyokap, Tahun Baru atau Idola. Buku ini dibuka dengan cerpen Nike. Cerpen ini menceriatkan tentang seorang wartawan yang jemu karena popularitas almarhum penyanyi Nike Ardilla. Sang penyanyi terus menjadi berita tak ada habisnya, bahkan menjadi komoditi majalahnya sampai berita-berita lain terlupakan.

Suatu hari si wartawan berubah pikiran ketika jatuh cinta dengan gadis yang berwajah mirip Nike Ardilla. Dengan sekejab ia berusaha mengetengahkan sisi lain Nike sebagai laporan utama majalahnya. Cerita tak berhenti sampai di situ. Sampai pada suatu ketika ia disogok majalah lain dengan cek sebesar 5 juta untuk membeberkan cerita tersembunyi tentang Nike. Sebuah awal yang baik, sekaligus langsung �tancap saja� dan kemudian berlanjut dengan kejutan-kejutan lugas dan lancar.�teror� yang yang pernah dikatakannya dalam setiap cerpen yang dibuatnya (baca pengantar Gres, kumpulan cerpen Putu Wijaya terbitan balai Pustaka, 1982) terasa benar dalam cerpen ini.
Hal ini terus berlanjut dalam cerpen selanjutnya seperti Superstar, Idola, Kartini dengan �K� kecil, Kebenaran, Munafik, Cerita Pendek bukan hanya Cerita Pendek dan Horor. Seperti biasanya pembuatan cerita Putu cenderung �tancap saja� dan berjalan lancar tanpa struktur yang jelas. Hampir semua ide-ide cerita Putu bermuara dari spontanitas bukan kepada susunan metafor-metafor yang berat, tinggi bahkan njelimet. Spontanitas berlebihan tanpa kendali Putu ini membuat hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin sehingga cerita yang dibuatnya menjadi seru.

Keunikan Putu kali ini banyak mengemas cerpen-cerpennya dengan pendekatan populer (yang disebut-sebut penikmat sastra serius �picisan�). Inilah salah satu kekuatannya yang tanpa bermaksud meuji benar-benar menggebrak. Pemaparan gaya populer penuh dengan kekonyolan-kekonyolan yang akhirnya dapat dimaklumi seperti misalnya kita memaklumi kekonyolan yang terjadi dalam film Indiana Jones, atau tokoh utama The Mask. Biar konyol tetapi pada akhirnya kita memaklumi sampai cerita tersebut selsai di depan mata kita. Sayangnya kekuatan Putu rada melorot terutama dalam cerpen Nyokap, Tahun Baru dan Surat untuk Valentino. Cerpen-cerpen tersebut pemilihan ending dan temanya mengalir tanpa greget, bahkan tanpa kekuatan �teror� seperti biasa yang dibuatnya. Akan tetapi secara keseluruhan buku kumpulan cerpen ini masih menunjukkan kekuatannya sebagai cerpenis piawai.



sumber: ada deh

Selingan 1






Ariel vokalis Peterpan mendadak menikah dengan Sarah Amelia,seorang pemuja sang bintang.Dan dari panggung musik Indonesia yang tengah bangkit,orang tak lagi berbicara tentang fans yang memburu tanda tangan atau mengoleksi produk rekaman.Orang berbicara tentang groupies,fans yang mengambil jalan nekad dengan cara menguntit,meniru,bahkan masuk ke dalam kehidupan paling pribadi pujaannya.
Groupies sudah sekian tingkat lebih ekstrem ketimbang sekadar menjadi fans.Tren baru ini sudah hadir di tengah kita,walau pun aksi mereka masih sulit dibedakan dengan fans.

Kita pasti mengenal Nike Ardilla,penyanyi pop idola remaja yang tewas dalam kecalakaan mobil pada tahun 1995.Sudah sepuluh tahun ia wafat,tapi setiap hari ada saja pemujanya yang berziarah ke makamnya di desa Imbanagara,30 kilometer dari Ciamis,Jawa Barat.
Nike Adilla Fans Club menggaji (yg bener?) seorang juru kunci khusus untuk menjaga makam penyanyi yang tenar di tahun 1990 an itu.Mang Adung,juru kunci yang berusia 54 tahun itu bercerita bahwa kefanatikan fans tak aus oleh waktu."Ada penggemar yang sampai tak mau pulang.Seorang calon ibu pernah berdoa mengharapkan anak yang dikandungnya seperti Nike."Cerita Mang Adung.




Menjadi Fans,kata David Allyn,PhD,psikolog,seksolog,dan penulis buku "Make Love Not War","adalah sebentuk komitmen atau kontak bathin terhadap sebuah kesenangan."Dengan komitmen personalnya,seorang penggemar bisa saja meniru habis dandanan Nike Ardilla dan mencocok cocokan suaranya.
Seorang Slanker misalnya,dipastikan akan memilih dan mengenakan kaus ketat dan menguruskan badan agar mirip dengan Bimbim,penngebuk drum group itu.Begitu juga dengan penggemar artis artis lainnya.

Berbagai merchandise diborong.Kaset,VCD,CD,dan DVD dikoleksi.Setiap ucapan dan naihat dari sang idola selalu diingat dan diikuti.
Fenomena fans berkembang.Ada yang memburu pujaan mereka kemana pun mereka pergi,bahkan menawarkan seks kepada idolanya (gila!!mau donk jd idola!!).Mereka inilah yang di INggris dan Amerika dikenal sebagai groupies."wabah"itu menjalar ke Indonesia.Sejumlah penyanyi dan personel group band mengaku pernah diajak menikah oleh penggemarnya.

Sebutan fans atau groupies tak terlalu penting bagi Mang Adung,juru kunci makam Almarhumah Nike Ardilla tadi.Yang penting baginya,makam itu harus bersih setiap hari,bunga melati tersedia cukup,dan dia mendapat uang sedekah dari fans atau groupies atau apa pun yang pantas untuk para pemuja itu.

Sekilas info lagi





Hei...Niker's! Minggu depan beli tabloid Nova ya... terbit hari senin. Di sana akan ada all about Nike Ardilla mulai dari perjalanan karir, hidup, rencana ziarah 10 thn dan ttg penggemar2nya. Kemaren wawancaranya di rumah mba Emma Jkt kebetulan lagi ada mami Nike di sana. Di star7 tv7 juga mungkin akan ditayang hari sabtu.



Sumber: EKY
Thanx's telpon nya yah! Baru mau di post, udah ngisi dibuku tamu :), Btw besok2 jangan nelpon dari telpon koin napaaaa... . Suaranya kecil banget... **buka kartu


Buat temen2x laennya yang punya info apa aja tentang Nike,
email/tlp/sms aja gue yah. Jangan malu-malu....meong
(pasti bakal dimuat!)

rocker juga manusia :))







Nike ArdiLa :

SAYA MAH BUKAN ROCKER

**artikel dibawah ini adalah semasa Nike masih hidup.





"Nike memang bukan penyanyi rock. Nggak tau ya kenapa orang nganggep Nike itu lady rocker. Padahal suara Nike kan nggak pas buat lagu rock! . Begitu sanggahnya ringan, seringan kunyah-an permen karet yang sejak tadi memenuhi mulutnya yang mungil itu.

Nike adalah profil remaja masa kini yang punya kesempatan bagus dalam urusan tarik suara. Berbekal bakat, kemampuan, tampang yang menarik dan kemauan keras. Akhirnya Nike mendapatkan apa yang jadi buah mimpi semasa kecilnya

"Kapan sih Nike mulai menyanyi?"
Nike tersentak sesaat. Maklum dia baru saja "menyimak" tampang cowok yang mirip Tom Cruise yang tiba-tiba nyelonong tepat di sudut pandangnya.

"E,e..., apa? Ooh... wah Nike mah udah suka nyanyi dari kecil," ujarnya dengan cengkok Sunda yang kental. Ingatannya lantas melayang ke beberapa tahun lalu, ketika dia baru saja tiga tahun menghirup udara dunia. Dari sinilah perjalanan "karir" nya dimulai.

Pagi itu, ayam belum lagi berkokok ketika Nike kecil terbangun dari tidurnya Sesaat tubuhnya berkeliat dan punggung tangannya mengucek kedua kelopak matanya yang belum melek benar. Lantas dia turun dari pembaringan dan menghampiri sang Ayah yang masih terlelap.

"Pih.., Papih bangun donk! Fotoin Nike...," rengeknya berkali-kali sambil mengguncang tubuh Ayahnya sampai terbangun.

Dengan mata yang masih berat sang ayah terpaksa meladeni permintaan anaknya .
Lantas diambilnya kamera yang selalu siap pakai itu dan dia coba mematut matut buah hatinya di depan lensa. "jepret! Jepre!"

Nike kecil kelihatan riang dengan berbagai pose karangannya. Dia merasa tidak ubahnya foto model yang sering dia lihat di majalah ibunya. Dicobanya lagi berbagai pose yang lain. Sang Ayah, Eddy Kusnadi yang karyawan PJKA itu pun meluluskan semua permintaan anaknya yang lagi lucu-lucunya itu.

Tidak terasa pagi mulai merambat. Sang anak yang tahu akan jadwal ayahnya yang harus pergi ke kantor kini ganti mencari perhatian lainnya. Dia minta dinaikkan ke atas meja dan mulai lah berdendang dengan lantang. Seisi rumah yang terbangun disuruhnya jadi penonton. Pagi pun jadi meriah.

Begitulah, hampir setiap pagi "jadwal" tetap ini harus ada. Sebelum sang ayah ke kantor, dia harus mau jadi juru potret. Dan seisi rumah harus siap jadi penonton penyanyi cilik yang belum mandi itu. "Waktu itu Nike pengen sekali jadi peragawati, penyanyi, pramugari dan dokter" kenang Nike.

Ternyata, sepuluh tahun kemudian impian itu jadi kenyataan. Beberapa impiannya kini terwujud sudah, jadi penyanyi, foto model malah sekarang lagi giat-giatnya main film. Namanya lantas banyak disebut orang. Kehadirannya sangat ditunggu. Bahkan, tidak sedikit yang jadi korban gara-gara orang ingin melihatnya beraksi di atas panggung. Nike Ardilla.., nama itu kian jadi buah bibir.

Semua itu dia capai lewat tangga yang tidak saja panjang tetapi juga curam *kami belum sempat menghitung anak tangganya . Betapa tidak, sejak kecil dia ditempa lewat disiplin yang ketat dalam latihan, lomba atau cuma buat manggung di acara 17-an di lingkungan rumahnya. Dan sekarang dia harus berhadapan dengan para pedagang seni yang tidak sedikit yang hanya ingin mencari keuntungan dari dia.


TAMBANG EMAS
Bakat ibarat pisau. Kalau pisau banyak di asah makin tajamlah dia. Begitupun bakat. Waktu kedua orang tua Nike tahu akan bakat terpendam anak perempuannnya ini, mereka sengaja mencarikan seorang pelatih. "Nike latihan sama Om Deddy Kantong di rumah pake' gitar gembrung (akustik)," ungkap Nike. Dia pun berani ikut lomba. Sejak kelas 5 SD, dia sudah merasakan serunya diadu dengan teman sebayanya dalam berbagai festival "pop singer" di Bandung. Bahkan, dia pun sempat diadu di tingkat nasional dalam ajang "Lagu Pilihanku". Bagusnya, Nike selalu mendapat nomor di arena lomba ini. Puncaknya, tahun 1987 dia jadi juara I golongan Teruna Festiva Musik Tiga Warna di Bandung.

Urusan centil-centil an yang paling dia suka sejak kecil pun tidak dia tinggalkan. Dia ikut berbagai kontes kemolekan tampang. Hasilnya memang tidak mengecewakan. Dua tahun lalu dia dinobatkan jadi "Puteri LA", nama sebuah diskotek anak muda Bandung. Lalu, tahun ini pun dia jadi favorit pembaca waktu majalah Gadis bikin ajang Gadis Sampul. "Pokoknya Nike pernah ngerasain jadi foto model lah" ujar Nike. Permen karet yang sejak tadi dia kunyah, dibuangnya ke tong sampah. **udah pait kali ya . Kini, keripik kentang jadi sasaran. "Nike memang paling suka ngemil!"


Para pemandu bakat agaknya mencium tambang emas dalam diri Nike. Setelah mencoba rekaman dalam Bandung Rock Power tahun 1986 (*ada yang punya albumnya gak??), Nike diajak main film "Kasmaran" arahan sutradara Slamet Rahardjo. Di film ini dia bermain dengan Ida Iasha yang saat itu mulai dikenal orang. "Eh Nike ditawarin lagi ikut film "Gadis Foto Model" yah.. ikut lagi deh! ujar pembaca setia serial komik Donal Bebek ini.

Yang membawanya ke tangga puncak dunia tarik suara ialah saat Nike bikin album Seberkas Sinar. Album ini membuat nama Nike berkibar seantero Nusantara. Kasetnya laris manis tanjung timpul. Eh Nike pun menyabet bonus, Super Kijang. "Wah ..., Nike pake' jalan-jalan tiap hari. Sekarang sih Kijangnya udah dijual, abis tabrakan sama kakak Nike sih". **kayak tanda2 gitu yah..

Genjotan kedua setelah di seling main film "Ricky, Nakalnya Anak Muda" bareng Ryan Hidayat ialah album Bintang Kehidupan. Nah, ini dia yang membuatnya mantap di jajaran artis peringkat "atas" di negeri kita. Dia sabet "BASF AWARD" dan keliling Eropa hampir sebulan. Sejak album pertama dulu sampai sekarang, panggilan manggung di berbagai kota setiap minggunya tidak pernah sepi. Ini artinya sama dengan rejeki nomplok. "Honornya dikasih ke Papih, sedikit disisihin buat Nike. Paling sebulan 100 ribu. Papih nggak mau ngasih gede-gede, soalnya Nike boro$ sih" ungkapnya. "Tabungan Nike sekarang paling ada cuma 1 juta!"

Umur se-Nike sekarang memang boleh dibilang belum bisa memegang duit. Bayangkan kalau semua honornya dipegang sendiri, bisa-bisa itu duit cuma numpang lewat. Apalagi geng Nike di sekolahnya sekarang tukang jajan. "Nike suka ngajak makan temen-temen atau ke disko diantar kakak Nike yang cowok," **kak Allan ya??

Dengan segala kesibukannya ini tidak mustahil sekolahnya ikut terganggu. Dia yang sekarang punya cita-cita jadi pengusaha ini tidak jarang harus meninggalkan bangku sekolahnya yang baru beberapa bulan saja dia duduki. Bayangkan, selain urusan manggung yang dia sendiri tentukan tarifnya , juga urusan shooting film yang makan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Maka, yang repot adalah sang Ayah. Dia harus bolak-balik minta ijin kepada sekolah. "Kalau ada ulangan Nike biasanya minta susulan saja. Terus belajarnya sama temen," katanya ringan, seiring ayun langkahnya di penghujung sore yang amat dingin itu. Tubuh yang berbalut jeans lusuh dan sweater penahan tebal itu lantas menghilang diantara antrian menuju pabean bandara Nice.

Jalan Nike masih panjang. Diatas sana banyak awan yang menghadang. Bahkan, mungkin tidak sedikit petir yang siap menghanguskan nya. Tinggal Nike yang harus siaga. Siapkah dia?? **hiks..hiks.. , kenyataannya Nike nggak siap


Artikel sumbangan dari : Melfa Riza, Bukittinggi.
(0812 678 11xx), mhel_moy@yahoo.com

Catatanya Ndu Nana :
Di panggung dia tampak garang, biarpun bersuara tipis. Di cover kasetnya dia kelihatan kenes dan sedikit sexy. Lalu orang bilang "Ini dia satu lagi rocker cewek kita!" Padahal...
"Ah Nike mah bukan rocker a tuh..!"
Lalu mengapa Nike nggak mau dibilang rocker?? Padahal seperti dikutip dari lirik lagu milik Seriouz Band... "rocker juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati..."





//bukan kusesali keadaan, namun kenyataan...//

Ziarah Lagi!






Hai nikers .. kami dari NAFC JKT / panitia tur ziarah mengenang 1 dekade nike ardilla meralat sedikit. Klo kemren biaya tur nya Rp.100.000 turun menjadi Rp.65.000 (dpt kaos,makan)-murah bgt khan. Kebetulan kita dapat sponsor dari salah seorang donatur/perusahaan yg blum mau disebutkan namanya. Buruan daftar ya ke Emma (021)8096800.



Sumber : Mbak Emma, Pinang Ranti-Jakarta.

Dua Tahun Kepergian Nike, Kasetnya Masih Dicari









BANJARMASIN -- Ku tak akan bersuara walau dirimu kekurangan/hanya setiamu itu kuharapkan/ku tak akan menduakan walau kilauan menerpa/kasih dan sayangku tetaplah untukmu/hanya ku pinta darimu setialah selamanya/sehingga abadi cinta ini sayang itu kudoa'akan...

Syair lagu diatas menceritakan betapa cinta tidak memandang materi. Lewat alunan suara Nike Ardilla yang khas, lagu itu terasa pas dengan video klip yang menampilkan pasangan Nike dan Ryan Hidayat. Namun sayang, pelantun suara itu sudah meninggalkan dunia ini dengan sejuta kenangan yang masih melekat di sanubari orang- orang yang mencintainya.

Dua tahun sudah tepatnya 19 Maret 1995 dinihari, suatu kecelakaan tragis merenggut nyawa Nike Ardilla, penyanyi muda potensial yang sedang meniti karir ke puncak prestasi. Tetapi bagi penggemar Nike kenangan tentang dirinya tetap hidup dalam hati mereka untuk selamanya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengunjung yang setiap hari mengunjungi makamnya *situsnya juga donk!. Dan bukan hanya itu, kaset- kaset yang berisi rekaman lagunya pun masih dicari hingga saat ini.

Larisnya kaset Nike ini tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung saja tapi juga Banjarmasin. Beberapa pemilik toko kaset di Pasar Cempaka dan Plaza Mitra mengatakan bahwa sampai sekarang ini kaset Nike baik yang berupa album khusus atau kumpulan lagu-lagu terbaiknya selalu diburu penggemarnya.

"Waktu Nike belum meninggal yang paling banyak dicari biasanya albumnya saja, tapi setelah ia meninggal banyak yang mencari kumpulan lagu-lagu terbaiknya," kata Atul, pedagang kaset di Pasar Cempaka, Senin.

Tidak berbeda seperti yang dikatakan Atul, Ida yang bekerja di satu toko kaset di Plaza Mitra inipun mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya kumpulan lagu-lagu terbaik Nike paling laris diantara album-albumnya.

"Kalau album paling terjual 1 keping tapi kumpulan lagu terbaiknya bisa laku 2 atau 3 keping sehari," tambah Ida. Kumpulan lagu terbaik Nike Ardilla ini biasanya berisikan lagu-lagu Nike yang menjadi hit antara lain Seberkas Sinar, Matahariku, Jalan Kehidupan, Izinkanlah dan Sandiwara Cinta -- lagu terakhir Nike sebelum kecelakaan.

Lalu apa artinya kaset ini bagi penggemar Nike sendiri? "Bagi saya mendengarkan suara Nike melalui kaset ini dapat mengobati kerinduan saya. Terus terang saja Nike adalah penyanyi favorit saya. Apalagi kalau sedang patah hati saya paling suka mendengarkan lagu Nike," tutur Lisa yang banyak mengoleksi kaset Nike.

Bahkan ada penggemar yang langsung membeli beberapa kaset Nike dengan setelah mendengar berita kepergian penyanyi kesayangannya itu.

"Sebelumnya saya sudah punya album Nike tapi waktu itu ia masih belum meninggal. Dan begitu saya mendengar kabar ia kecelakaan perasaan saya sangat sedih. Saya langsung ke pasar untuk mencari kasetnya lagi. Yang penting saya masih bisa mendengarkan suaranya," tambah Anna.

Lucunya ada juga orang yang menjadi penggemar Nike setelah sang artis meninggal. "Entah kenapa setelah tahu Nike meninggal, tiba-tiba saya penasaran ingin mendengarkan lagu-lagunya, padahal tadinya saya tidak suka tapi sekarang saya selalu membeli kaset Nike," ungkap Doddy.


Nike Ardilla kini menjadi legenda. Keinginannya untuk mati muda menyamai idolanya Marilyn Monroe akhirnya menjadi kenyataan. Dan mengapa Nike menjadi luar biasa? Tentu saja karena lirik-lirik lagunya selalu sanggup mewakili rasa gundah penggemarnya. Mereka yang patah hati sering terhibur dengan lagu Nike.

Selain itu wajahnya yang manis dan gayanya yang manja merupakan salah satu faktor pendukung yang membuat masyarakat mencintainya.

Nike juga bukan sekedar remaja biasa. Ia rajin beramal sehingga segala 'dosa-dosanya' yang dibeberkan di media massa terlupa begitu saja dan dianggap sebagai khilaf manusia biasa. (eka)

Ada Nike Ardilla Di Album Untuk Aceh








Meski telah meninggal hampir sepuluh tahun lalu, bukan berarti Nike Ardilla tak bisa ikut andil dalam membantu korban bencana tsunami di Aceh. Dalam album amal bertajuk "Dari Hati Untuk Aceh", Nike menyumbang sebuah lagu.

Lagu yang dibawakan Nike adalah "Panggung Sandiwara" karya Ian Antono dan Taufiq Ismail. Menurut pimpinan Musica Studio, Indrawati Widjaya atau kerap disapa Ibu Acin, untuk memasukkan suara Nike ke dalam album "Dari Hati Untuk Aceh", pihaknya menggunakan master rekaman lama.

"Kita pakai master yang lama. Nggak untuk Nike aja, untuk beberapa lagu kita juga pakai master yang lama. Kenapa itu kita lakukan? Ya karena untuk menghemat waktu. Kalau harus rekaman lagi satu persatu akan memakan lebih banyak waktu," tutur Ibu Acin saat peluncuran album "Dari Hati Untuk Aceh" di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (21/2/2005).

Dalam album "Dari Hati Untuk Aceh", Musica banyak menampilkan kembali lagu-lagu lama. Selain "Panggung Sandiwara" yang dibawakan Nike Ardilla, ada juga lagu "Lilin-lilin Kecil" (Chrisye), "Kemarau" (the Rollies), "Untuk KIta Renungkan" (Ebiet G. Ade) dan "Ayah".

Khusus untuk lagu "Ayah" karya Rinto Harahap, Musica tidak menggunakan master lama. Mengapa? Karena lirik lagu tersebut diubah dan dibawakan kembali oleh Peterpan featuring Candil Seurieus.

"Karena lagu 'Ayah' liriknya ada yang diubah, ya kita nggak pakai master lama. Lagipula kan lagu itu sekarang yang bawain Peterpan dan Candil. Jadi kita ya rekaman seperti biasa. Seperti lagu baru. Oh iya, ada juga satu lagi yang juga nggak pakai master lama. Kalau yang ini memang karena lagunya baru, yaitu lagu 'Bangkitlah Sahabatku' ciptaan Base Jam," ujar Ibu Acin.

Hasil penjualan album "Dari Hati Untuk Aceh" nantinya akan dipakai untuk membangun "Perkampungan Seni dan Budaya Aceh" yang berfungsi sebagai Museum Sejarah, Perpustakaan, Galeri Budaya dan tempat perkumpulan para seniman di Aceh. "Perkampungan Seni dan Budaya Aceh" rencananya akan dibangun di Jl. Tengku Imuem Lueng Bata, Banda Aceh.

Berikut track list di album "Dari Hati Untuk Aceh":
1. Puisi "Doa Berserah" (Tamara Bleszynski)
2. "Aceh" -Ayah- (Peterpan feat. Candil Seurieus)
3. "Berita Kepada Kawan" (Ebiet G. Ade)
4. "Badai Pasti Berlalu" (Chrisye)
5. "Panggung Sandiwara" (Nike Ardilla)
6. "Bangkitlah Sahabatku" (Base Jam)
7. "Doa" (Hetty Koes Endang)
8. "Kemarau" (the Rollies)
9. "Untuk Kita Renungkan" (Ebiet G. Ade)
10. "Lilin-lilin Kecil" (Chrisye)
11. Puisi "Setelah Gempa dan Tsunami" (Tamara Bleszynski)




sumber: ada deh